BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Pemerintah pertahankan harga Pertalite meski harga minyak dunia capai $107
Kenaikan harga minyak dunia terjadi di tengah meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Harga minyak global yang sempat stabil pada Juni dan Juli kembali meningkat hingga mencapai $107 per barel pada akhir September.
Pemerintah pertahankan harga Pertalite meski harga minyak dunia capai $107
Pemerintah sebelumnya menggunakan asumsi rata-rata Indonesia Crude Price (ICP) sekitar $100 per barel dalam proyeksi makroekonomi. / Reuters

Pemerintah Indonesia memastikan harga Pertalite dan Biosolar tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026, meski harga minyak mentah dunia melonjak hingga $107 per barel pada akhir September.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot Tanjung mengatakan keputusan tersebut merupakan arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk menjaga harga BBM bersubsidi tetap stabil.

"Untuk Pertalite, sebagaimana disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, kami akan mempertahankan harga saat ini hingga akhir tahun," kata Yuliot di Jakarta, Selasa (29/9).

"Tidak akan ada kenaikan harga Pertalite maupun BBM bersubsidi lainnya," tambahnya.

Berbeda dengan BBM bersubsidi, harga bahan bakar nonsubsidi tetap akan mengikuti perkembangan pasar. Pemerintah akan menghitung rata-rata harga minyak global selama satu bulan sebelum menentukan penyesuaian harga.

Kenaikan harga minyak dunia terjadi di tengah meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Harga minyak global yang sempat stabil pada Juni dan Juli kembali meningkat hingga mencapai $107 per barel pada akhir September.

Untuk mengurangi dampak gejolak geopolitik dan memperkuat pasokan domestik, pemerintah juga mempercepat eksplorasi serta pengembangan lapangan minyak dan gas. Sejumlah lapangan telah dipetakan dengan potensi produksi 2.500 hingga 3.000 barel per hari dan pengembangannya akan dipercepat pada 2027 dan 2028.

Langkah tersebut menjadi bagian dari target pemerintah meningkatkan produksi minyak nasional hingga 1 juta barel per hari pada 2029–2030 guna mendukung kemandirian energi.

"Kami akan mempercepat eksplorasi dan pengembangan pada 2027 dan 2028 agar target produksi satu juta barel dapat tercapai," ujar Yuliot.

Pemerintah sebelumnya menggunakan asumsi rata-rata Indonesia Crude Price (ICP) sekitar $100 per barel dalam proyeksi makroekonomi tahun ini. Hingga September, rata-rata ICP tercatat sekitar $90,60 per barel, masih berada di bawah asumsi tersebut.

TerkaitTRT Indonesia - Mulai 1 Juli, harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex turun
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi