DUNIA
2 menit membaca
Rusia batalkan perjanjian pengelolaan plutonium dengan AS
Di bawah Perjanjian Pengelolaan dan Pembuangan Plutonium yang ditandatangani pada tahun 2000, Moskow dan Washington berkomitmen untuk membuang masing-masing 34 ton plutonium tingkat senjata.
Rusia batalkan perjanjian pengelolaan plutonium dengan AS
Parlemen Rusia mengecam perjanjian plutonium dengan AS. / Reuters Archive

Majelis rendah parlemen Rusia telah membatalkan perjanjian dengan Amerika Serikat mengenai pengelolaan cadangan besar plutonium tingkat senjata yang tersisa dari ribuan hulu ledak nuklir era Perang Dingin.

Duma Negara, majelis rendah dari Majelis Federal Rusia, dalam pernyataannya pada Rabu mengatakan bahwa Perjanjian Pengelolaan dan Pembuangan Plutonium resmi dibatalkan oleh para anggota parlemen setelah rancangan undang-undang terkait disahkan dalam sidang pleno parlemen.

“Keputusan ini diambil semata-mata demi kepentingan Federasi Rusia dan warganya. Kami membatalkan perjanjian yang seharusnya dihentikan sejak lama,” ujar Ketua Duma Negara Vyacheslav Volodin dalam pernyataan yang menyoroti pengesahan rancangan undang-undang tersebut.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri Rusia atas perannya dalam proses tersebut.

“Mereka yang ingin mengeksploitasi Rusia harus memahami bahwa hal itu tidak akan terjadi. Kami memiliki presiden yang kuat, parlemen yang bertanggung jawab, dan pemerintahan yang efektif,” tambahnya.

Menjaga komitmen Rusia terhadap Perjanjian Pengelolaan dan Pembuangan Plutonium dengan Amerika Serikat kini tidak lagi dapat diterima, lapor TASS mengutip Wakil Menteri Luar Negeri Sergei Ryabkov.

“Amerika Serikat telah mengambil serangkaian langkah baru yang bersifat anti-Rusia dan secara fundamental mengubah keseimbangan strategis yang ada saat perjanjian dibuat, sekaligus menciptakan ancaman tambahan terhadap stabilitas strategis,” bunyi pernyataan Rusia dalam dokumen penarikan diri dari perjanjian tersebut.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov, yang juga hadir dalam sidang pleno, menjelaskan kepada para anggota parlemen bahwa alasan pembatalan kesepakatan ini adalah “perubahan mendasar dalam situasi”, termasuk penerapan sanksi oleh Washington terhadap Moskow dan perluasan NATO ke arah timur.

Ia menambahkan bahwa pihak Rusia sebenarnya telah merumuskan syarat untuk melanjutkan perjanjian tersebut, namun hingga kini tidak ada satu pun yang dapat dipenuhi.

“Dalam kondisi seperti ini, proses penghentian kerja sama dengan pihak Amerika di bawah perjanjian tersebut, bahkan dari sisi formal, tampak sebagai langkah yang alami,” ujarnya.

Perjanjian Pengelolaan dan Pembuangan Plutonium, yang ditandatangani pada tahun 2000, mengikat Moskow dan Washington untuk membuang masing-masing 34 ton plutonium tingkat senjata.

Kesepakatan itu diamandemen pada 2010 dan mulai berlaku setahun kemudian.

Pada Oktober 2016, Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekrit yang menangguhkan pelaksanaan perjanjian oleh Moskow, dengan alasan berbagai faktor, termasuk apa yang disebut sebagai “munculnya ancaman terhadap stabilitas strategis akibat tindakan tidak bersahabat dari Amerika Serikat terhadap Federasi Rusia.”

SUMBER:AA
Jelajahi
Indonesia sampaikan ucapan duka atas gempa Venezuela, tiga WNI dipastikan selamat
Iran membuat 'konsesi sangat besar' dalam pembicaraan: Trump
Dua gempa bumi dahsyat mengguncang Venezuela, dilaporkan terjadi kerusakan di berbagai wilayah
Kapal-kapal mulai melintasi Selat Hormuz di bawah rencana evakuasi PBB
Brasil memuncaki Grup C dengan selisih gol atas Maroko, keduanya lolos ke babak 16 besar Piala Dunia
BPJPH Indonesia dan Polandia tandatangani kesepakatan pengakuan sertifikat halal
Indonesia raih gelar juara umum di Tunisia, bidik tiket Asian Para Games 2026
Apakah keajaiban ekonomi menanti Iran usai pencabutan sanksi? Semua terletak pada detail kecil
Capres Peru klaim ada kecurangan, ajak massa demonstrasi saat penghitungan suara putaran kedua
Badan maritim PBB mulai mengevakuasi 11.000 awak kapal yang terjebak di Selat Hormuz
Rubio: AS akan terlibat langsung dengan Lebanon, terpisah dari pembicaraan dengan Israel
Indonesia dorong refleksi kritis dan soroti masa depan Dewan HAM PBB di usia 20 tahun
Meningkatnya rasisme anti-Muslim di Austria bukan terjadi secara kebetulan
Imbang tanpa gol lawan Ghana, Inggris tunda kepastian lolos ke babak 32 besar Piala Dunia
Rusia klaim tembak jatuh 323 drone Ukraina dalam semalam
Indonesia terima 450 ribu barel minyak mentah, kali ini pasokan datang dari Aljazair
Ekonomi perang: Siapa yang diuntungkan saat dunia dilanda konflik?
Haaland cetak brace, Norwegia tekuk Senegal 3-2 dan lolos ke babak 32 besar Piala Dunia
Prancis bungkam Irak dan segel tiket babak 32 besar Piala Dunia
AS meluncurkan 'mekanisme pemantauan' untuk mengawasi gencatan senjata di Lebanon