Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi atas peran besar China dalam menjaga keamanan internasional.
Prabowo hadir di ibu kota China sebagai salah satu dari 26 pemimpin dunia yang diundang langsung oleh Presiden Xi Jinping untuk menghadiri parade militer berskala besar di Lapangan Tiananmen.
Dalam unggahannya di platform X, Prabowo menyebut ‘’peringatan 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II di Beijing sebagai simbol kekuatan dan keberanian China sebagai bangsa yang teguh memperjuangkan kemerdekaan, menjaga kedaulatan, serta berperan aktif dalam mewujudkan perdamaian dunia.”
Prabowo menegaskan bahwa semangat peringatan Hari Kemenangan harus menjadi dasar bagi Indonesia dan China untuk terus memperkuat kemitraan yang berkelanjutan demi kepentingan kedua negara.
Momentum ini juga bertepatan dengan 75 tahun hubungan diplomatik Jakarta–Beijing. Dalam pertemuan bilateral, Prabowo menyampaikan komitmen Indonesia untuk memperdalam kerja sama strategis dengan China di berbagai bidang.
Pertemuan bilateral
Sehari sebelum parade, Xi Jinping menjamu Prabowo dalam pertemuan resmi. Presiden China itu menyerukan kerja sama pertahanan dan keamanan yang “lebih dalam,” serta mendorong pemanfaatan penuh mekanisme dialog antara menteri luar negeri dan menteri pertahanan kedua negara.
Kedua pemimpin juga membahas rencana pembangunan tanggul raksasa (Giant Sea Wall) yang akan membentang di sepanjang pesisir utara Jawa.
BPMI Setpres dalam laporan resmi menyebut pertemuan bilateral ini menunjukkan kesamaan pandangan Indonesia dan China dalam menjaga stabilitas kawasan sekaligus memperkuat kerja sama internasional.
Kunjungan Prabowo ke Beijing menjadi penutup rangkaian kunjungan kerjanya di China, serta menegaskan kembali fondasi persahabatan kedua negara yang telah terjalin lebih dari tujuh dekade.












