Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyepakati pembentukan kemitraan strategis baru antara Indonesia dan Inggris, menandai lanjutan hubungan bilateral kedua negara. Kesepakatan tersebut diumumkan dalam pertemuan tingkat tinggi di Lancaster House, London, pada hari Selasa.
Dalam pernyataannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Inggris memiliki posisi penting sebagai mitra Indonesia, khususnya dalam sektor teknologi dan kekuatan finansial. Ia menilai potensi kerja sama tersebut dapat memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional.
“Kita melihat Inggris sebagai mitra yang dapat berperan besar dalam ekonomi kita. Mereka memiliki teknologi dan kekuatan keuangan yang sangat solid, serta menunjukkan minat untuk berinvestasi di Indonesia,” ujar Presiden.
Salah satu fokus utama dalam kemitraan tersebut adalah Program Kemitraan Maritim senilai sekitar £4 miliar yang ditandatangani pada November lalu. Kesepakatan itu mencakup pengembangan kemampuan Angkatan Laut Indonesia melalui kerja sama dengan Babcock serta rencana pembangunan lebih dari 1.500 kapal penangkap ikan dengan produksi berlangsung di Indonesia memanfaatkan keahlian galangan kapal Inggris.
Kemitraan strategis
Kerangka kerja sama ini mengacu pada empat pilar utama, yakni penguatan pertumbuhan ekonomi, kolaborasi di bidang iklim, energi, dan lingkungan, peningkatan kerja sama pertahanan dan keamanan, serta pengembangan sumber daya manusia dan masyarakat.
Perdana Menteri Inggris Starmer menilai kunjungan Presiden Prabowo mencerminkan kemajuan signifikan hubungan Indonesia–Inggris setelah terwujudnya kemitraan strategis. Ia menekankan bahwa kerja sama maritim kedua negara turut memberikan dampak ekonomi langsung bagi Inggris.
“Terima kasih atas perjanjian maritim yang telah kita sepakati, termasuk yang ditandatangani secara virtual pada KTT G20. Kerja sama ini telah menciptakan banyak lapangan kerja penting bagi Inggris,” ujar PM Starmer.
Pertemuan bilateral tersebut menegaskan komitmen kedua negara untuk menjadikan kemitraan strategis sebagai fondasi kerja sama jangka panjang serta berkontribusi pada stabilitas dan pertumbuhan ekonomi global.














