DUNIA
2 menit membaca
IUCN: Kebakaran hutan mengancam orangutan Kalimantan
Kebakaran hutan di Kalimantan mengancam habitat orangutan yang berstatus kritis. IUCN menyebut 52 persen populasi orangutan Kalimantan berada di wilayah yang terdampak kebakaran.
IUCN: Kebakaran hutan mengancam orangutan Kalimantan
Induk orangutan dan anaknya dievakuasi dari kepulan asap karhutla di Kalimantan Barat. / AFP

Kebakaran hutan yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan mengancam populasi orangutan Kalimantan yang berstatus kritis, menurut Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN).

Kebakaran telah berlangsung selama beberapa pekan di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatera, menyebabkan kabut asap menyelimuti wilayah terdampak serta negara tetangga, Malaysia dan Singapura.

IUCN menyebut kebakaran saat ini terjadi di habitat yang menjadi tempat tinggal sekitar 52 persen populasi orangutan Kalimantan, termasuk 13 dari 20 populasi terbesar yang masih tersisa.

Paparan kebakaran dan asap di kawasan hutan gambut berdampak pada kondisi fisiologis, perilaku, dan ekologi orangutan. Selama kabut asap, orangutan menunjukkan tanda-tanda kehilangan cadangan lemak meski makan dan beristirahat lebih banyak.

Menurut IUCN, kondisi tersebut mengindikasikan meningkatnya kebutuhan energi yang kemungkinan disebabkan sistem kekebalan tubuh harus bekerja lebih keras akibat paparan asap.

Kebakaran juga dilaporkan terjadi di habitat lima spesies owa di Sumatera dan Kalimantan. IUCN mengatakan owa menghirup udara yang sama dengan masyarakat di wilayah terdampak sehingga berpotensi mengalami gangguan pernapasan, selain kehilangan habitat dan terganggunya perilaku alami.

Hingga Selasa, pemerintah Indonesia telah menyelamatkan 100 satwa yang terancam kebakaran, termasuk 53 orangutan, menurut juru bicara Kementerian Kehutanan.

Kelompok konservasi mendesak pemerintah memperkuat langkah pencegahan selain penanganan darurat. Ronna Saab dari Forum Konservasi Orangutan Indonesia (FORINA) menyerukan perlindungan dan pembasahan kembali lahan gambut, penanganan drainase dan deforestasi, serta pemulihan hutan yang terbakar.

Pemerintah mencatat lebih dari 202.000 hektare lahan terbakar di Indonesia sepanjang Januari hingga Juli. Sementara itu, proyek Nusantara Atlas memperkirakan luas lahan terbakar mencapai hampir 900.000 hektare sepanjang Januari hingga Agustus.

TerkaitTRT Indonesia - Satu bulan karhutla di Kalbar, enam orangutan kembali dievakuasi dari kebun warga
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi