Mantan kepala militer Serbia Bosnia, Ratko Mladic, yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada 2017 atas kejahatan genosida dan perang, mengajukan permintaan pembebasan dini pada Selasa dengan alasan kesehatan.
Jenderal yang dikenal luas sebagai "Jagal Bosnia" atas kekejaman yang dilakukannya selama perang Bosnia 1992–1995 itu mengklaim bahwa dirinya hanya memiliki waktu beberapa bulan lagi untuk hidup.
Mladic, yang kini berusia lebih dari 80 tahun, dijatuhi hukuman oleh Pengadilan Kriminal Internasional untuk Bekas Yugoslavia atas perannya dalam pengepungan Sarajevo dan pembantaian Srebrenica, di mana sekitar 8.000 pria dan anak laki-laki Muslim dibunuh oleh pasukan Serbia Bosnia pada Juli 1995.
Menurut dokumen permohonan yang diajukan pengacaranya dan dilihat oleh AFP, Mladic menderita penyakit yang tak dapat disembuhkan dan "sisa harapan hidupnya kini tinggal dalam hitungan bulan."
Mendekati ajal
Selama bertahun-tahun, orang-orang terdekat Mladic menggambarkannya sebagai sakit-sakitan dan lemah, bahkan sudah mengajukan permohonan pembebasan sementara pada 2017 karena alasan kesehatan.
“Meski layanan medis di United Nations Detention Unit enggan mencantumkan prognosis akhir hayat secara tertulis, tidak terbantahkan dan tidak ada yang membantah bahwa Tuan Mladic kini berada di ambang akhir hidupnya,” tulis pengacaranya.
Mladic ditangkap di Serbia pada 2011 setelah buron selama 16 tahun. Saat ini, ia menjalani hukuman penjara di Den Haag.
Putranya, Darko Mladic, secara rutin berbicara kepada media Serbia untuk menyampaikan kondisi kesehatan sang ayah yang terus menurun.











