Serangan terjadi di tiga provinsi paling selatan Thailand, yakni Narathiwat, Pattani, dan Yala. Militer Thailand menyebut, sejumlah bom diledakkan dalam rentang waktu sekitar 40 menit setelah tengah malam, memicu kebakaran di 11 SPBU.
Gubernur Narathiwat, Boonchauy Homyamyen, mengatakan ledakan terjadi hampir bersamaan. Kelompok pelaku yang belum diketahui jumlahnya mendatangi lokasi dan meledakkan bom yang merusak pompa bahan bakar. Dalam insiden itu, satu anggota polisi dilaporkan terluka di Narathiwat.
Sementara di Pattani, seorang petugas pemadam kebakaran serta dua pegawai SPBU turut mengalami luka-luka. Juru bicara militer Thailand menyebut seluruh korban telah dilarikan ke rumah sakit dan tidak mengalami cedera serius.
Diduga terkait pemilihan lokal
Hingga kini, otoritas setempat belum mengumumkan adanya penangkapan atau pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, mengatakan aparat keamanan menduga aksi itu merupakan “sinyal” yang berkaitan dengan pemilihan kepala daerah setempat yang digelar pada hari yang sama, dan tidak secara langsung ditujukan sebagai serangan pemberontakan.
Menanggapi situasi tersebut, Panglima Militer Thailand Selatan, Narathip Phoynok, memerintahkan peningkatan pengamanan ke level maksimum, termasuk di pos pemeriksaan jalan dan wilayah perbatasan.
Wilayah Thailand selatan dikenal sebagai kawasan mayoritas Muslim yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Daerah ini telah dilanda konflik bersenjata tingkat rendah sejak 2004, dengan ribuan korban jiwa akibat aksi kekerasan antara kelompok pemberontak dan aparat keamanan Thailand.

















