DUNIA
2 menit membaca
Prabowo hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan pemimpin lainnya dalam panggilan Idul Fitri
Selain untuk menyambung silaturahmi dengan negara Muslim lain, Istana Kepresidenan menekankan bahwa panggilan Idul fitri dimanfaatkan sebagai ruang diplomasi strategis.
Prabowo hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan pemimpin lainnya dalam panggilan Idul Fitri
Presiden Prabowo mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri dari kediamannya di Jakarta. (Foto: BPMI Setpres).
11 jam yang lalu

Presiden Indonesia Prabowo Subianto menghubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam rangkaian diplomasi Idul Fitri 1447 Hijriah, menandai kembali kuatnya hubungan kedua negara serta dukungan konsisten Jakarta terhadap perjuangan Palestina.

Percakapan melalui sambungan telepon itu dikonfirmasi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya pada Senin (23/3), yang menyebut komunikasi tersebut sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan bilateral sekaligus memperkuat solidaritas di dunia Islam.

“Pertemuan melalui sambungan telepon ini merupakan bagian dari upaya Presiden untuk menjaga kedekatan dan mempercepat kerja sama internasional, terutama dalam momentum Hari Raya Idul Fitri yang penuh makna,” ujar Wijaya dikutip dari keterangan resmi.

Pemerintah Indonesia menilai komunikasi dengan Abbas tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mencerminkan posisi historis Indonesia yang terus berada di garis depan dalam mendukung kemerdekaan Palestina dan mendorong penyelesaian konflik secara damai dan bermartabat.

Sebelumnya, kontak serupa turut dilakukan dengan Presiden Türkiye Recep Tayyip Erdogan, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Raja Yordania Abdullah II, serta Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman.

Selain Abbas, dihari yang sama Prabowo juga menghubungi sejumlah pemimpin negara Muslim lainnya, termasuk Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed Al Nahyan, serta Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. 

Istana Kepresidenan menekankan bahwa Idul fitri dimanfaatkan sebagai ruang diplomasi strategis. “Lebih dari sekadar perayaan, Idulfitri menghadirkan pesan perdamaian, kerja sama, dan harapan, sekaligus menegaskan komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas global,” demikian pernyataan resmi.

Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia berupaya memainkan peran sebagai jembatan persatuan, memperkuat solidaritas antarnegara, serta mendorong kerja sama yang lebih luas di dunia Islam.

TerkaitTRT Indonesia - Presiden Prabowo lakukan panggilan dengan Putra Mahkota Arab Saudi bahas eskalasi Timur Tengah
SUMBER:TRT Indonesia