Türkiye telah mengecam keras serangan darat Israel di Lebanon, memperingatkan bahwa agresi militer tersebut dapat semakin mengguncang stabilitas kawasan dan menyebabkan bencana kemanusiaan.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (16/3), Kementerian Luar Negeri Republik Türkiye mengecam keras invasi Israel sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon.
Ankara mengatakan kebijakan yang dijalankan oleh pemerintahan Benjamin Netanyahu, yang disebutnya berdasarkan 'genosida dan hukuman kolektif', berisiko ditiru di Lebanon menyusul kehancuran yang terlihat di Gaza.
'Jika diterapkan di Lebanon, kebijakan ini akan menyebabkan bencana kemanusiaan baru di wilayah tersebut,' kata kementerian.
Türkiye menegaskan kembali solidaritasnya dengan Lebanon dan menekankan dukungannya terhadap kedaulatan serta integritas wilayah negara itu menghadapi apa yang disebutnya sebagai serangan Israel.

Spanyol mendesak PBB untuk menjamin perlindungan pasukan penjaga perdamaian
Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles pada hari Senin menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa agar menjamin perlindungan pasukan penjaga perdamaian di Lebanon, memperingatkan bahwa keselamatan pasukan yang dikerahkan bersama Pasukan Interim PBB di Lebanon (UNIFIL) harus dihormati.
Berbicara kepada wartawan, Robles mengatakan Spanyol memantau secara dekat situasi tentaranya yang bertugas dalam misi penjaga perdamaian PBB tersebut seiring berlanjutnya permusuhan di wilayah itu.
'Saya berbicara dengan mereka setiap hari, dua kali sehari. Ini situasi yang sulit dan rumit,' katanya, merujuk pada pasukan Spanyol yang dikerahkan di Lebanon.
Robles mengatakan para tentara menghabiskan waktu berjam-jam di bunker karena risiko keamanan, tetapi terus menjalankan tugas mereka ketika kondisi memungkinkan.















