ASIA
2 menit membaca
Rupiah melemah seiring pasar pantau perkembangan penyelesaian penutupan pemerintah AS
Perkiraan pertumbuhan BI yang di bawah angka dalam APBN 2026 turut menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi sentimen terhadap mata uang rupiah. Pemerintah menilai target tersebut realistis, tetap bergantung pada realisasi program belanja fiskal.
Rupiah melemah seiring pasar pantau perkembangan penyelesaian penutupan pemerintah AS
Seorang pekerja menyiapkan tumpukan uang kertas rupiah untuk pelanggan di sebuah tempat penukaran uang di Jakarta. / Arsip Reuters
14 November 2025

Nilai tukar rupiah kembali bergerak melemah seiring meningkatnya perhatian pasar terhadap perkembangan politik di Amerika Serikat serta ketidakpastian terkait kebijakan moneter The Federal Reserve. Pada Kamis, rupiah turun tipis ke Rp16.724 per dolar AS, dari posisi sebelumnya Rp16.717.

Sentimen global mendominasi pergerakan pasar setelah muncul keyakinan bahwa penutupan pemerintahan AS yang akan segera berakhir. Gedung Putih pada Rabu waktu Washington menyampaikan kepercayaan bahwa kompromi anggaran siap diloloskan oleh Kongres, sebelum dikirim ke meja Presiden Donald Trump.

Pasar global masih menghadapi ketidakjelasan tambahan setelah pemerintah AS menyampaikan bahwa rilis data Consumer Price Index (CPI) dan pengangguran untuk Oktober 2025 berpotensi ditunda selama penutupan pemerintahan masih berlangsung. Bureau of Labor Statistics (BLS) belum memberikan kepastian mengenai jadwal terbaru, yang membuat investor semakin berhati-hati menjelang rapat FOMC Desember 2025.

Tekanan domestik

Di perdagangan sebelumnya, Rabu 12 November 2025, rupiah sempat merosot hingga 35 poin ke Rp16.724, sebelum ditutup melemah 30 poin dari posisi penutupan sebelumnya Rp16.694. Berakhirnya shutdown dapat membuka jalan bagi publikasi data ekonomi resmi yang selama ini tertunda, suatu faktor yang bisa mengurangi ketidakpastian dan pada akhirnya memperkuat dolar AS dibandingkan rupiah.

Dari dalam negeri, tekanan tambahan muncul setelah Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di kisaran 5,33 persen, lebih rendah dari target 5,4 persen yang telah disepakati pemerintah dan DPR.

Proyeksi tersebut mempertimbangkan kondisi ekonomi global maupun domestik yang masih menantang.

Perkiraan pertumbuhan BI yang di bawah angka dalam APBN 2026 turut menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi sentimen terhadap mata uang rupiah. Pemerintah menilai target tersebut realistis, namun tetap bergantung pada kecepatan realisasi program belanja fiskal.

TerkaitTRT Indonesia - Pertumbuhan ekonomi Indonesia di Q3 melambat 5,04 persen, pemerintah siapkan stimulus tambahan
SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Konsulat Indonesia pulangkan 217 WNI yang dideportasi Malaysia dari Tawau
Kamboja dorong Filipina perkuat misi pengamat ASEAN di perbatasan
Prabowo klaim MBG lebih baik dari Jepang dan Eropa di tengah kritik fiskal dan keracunan
TNI AU uji coba pendaratan jet tempur F-16 dan super tucano di Tol Lampung
Pemerintah tinjau ulang nasib tambang emas Martabe usai pencabutan izin
3 korban tewas dalam serangan OPM di Papua, pilot pesawat hingga prajurit TNI jadi sasaran
KKB menyerang pesawat Caravan milik Smart Air di Papua Selatan, 2 pilot tewas
Filipina desak China untuk tetap jaga retorika 'tenang' saat ketegangan meningkat
Gunung Semeru meletus lima kali, mengirimkan abu setinggi 1.000 meter
Kejagung tetapkan 11 tersangka korupsi ekspor CPO, kerugian capai Rp14 triliun
DPR setujui RI terima hibah 1,9 miliar yen dari Jepang untuk kapal patroli
Tanah gerak di Tegal rusak ratusan rumah, ribuan warga mengungsi
Polisi periksa 26 saksi dalam kasus pembunuhan gajah tanpa kepala di Riau
Sungai Jaletreng dan Cisadane tercemar usai kebakaran pabrik kimia di Tangerang Selatan
Kemenkeu siapkan Rp15 miliar untuk reaktivasi sementara Jaminan Kesehatan Nasional
Operasi SAR Cisarua temukan 99 bodypack, Mensos salurkan santunan untuk keluarga Marinir
Kemenhut temukan luka tembak dalam kasus gajah mati tanpa kepala di Riau
Pemerintah pastikan layanan cuci darah pasien PBI tetap berjalan meski status BPJS dinonaktifkan
KPK tetapkan enam tersangka kasus suap impor, oknum Bea Cukai diduga pakai safe house
Di Thailand, Anutin siapkan pembicaraan koalisi setelah kemenangannya di pemilu