Puluhan peserta aksi berkumpul di kawasan Kedutaan Besar AS di Jakarta Pusat, membawa bendera Venezuela, spanduk, dan poster bertuliskan tuntutan pembebasan Presiden Nicolás Maduro.
Mereka meneriakkan slogan-slogan protes terhadap keterlibatan AS dalam urusan Venezuela dan menolak operasi militer yang dianggap melanggar kedaulatan negara.
Koalisi mahasiswa, serikat buruh, dan organisasi masyarakat sipil yang mengorganisir aksi menilai tindakan AS sebagai pelanggaran hukum internasional. Orator yang bergantian berpidato menekankan bahwa intervensi semacam itu dapat merusak tatanan dunia yang menghormati kedaulatan tiap negara.
Demonstrasi berlangsung damai dengan pengamanan polisi yang menjaga ketertiban dan mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi aksi.
Latar belakang aksi ini berkaitan dengan operasi militer AS di Venezuela yang menahan Presiden Maduro dan istrinya, Cilia Flores, di fasilitas penahanan di New York atas tuduhan narkotika dan dugaan kecurangan pemilu. Maduro membantah semua tuduhan tersebut, sementara pejabat di Caracas menyerukan pembebasannya.
Aksi solidaritas di Jakarta mencerminkan keprihatinan publik terhadap intervensi asing dan menegaskan pentingnya penghormatan terhadap prinsip kedaulatan negara serta hukum internasional.



















