Menteri Luar Negeri Sugiono memanfaatkan Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 untuk memperkuat hubungan bilateral dan mendorong kepentingan nasional Indonesia melalui serangkaian pertemuan dengan negara sahabat dan mitra strategis di New York, Amerika Serikat.
Pertemuan yang berlangsung di sela pembukaan debat umum Sidang Umum PBB pada Selasa (22/9) itu membahas penguatan kerja sama di berbagai sektor serta kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.
“Pertemuan-pertemuan ini membahas upaya memperkuat hubungan bilateral serta berbagai isu regional dan global yang menjadi perhatian bersama,” kata Sugiono dalam keterangannya, Rabu (23/9).
Sugiono menegaskan Indonesia akan terus mendorong potensi kerja sama agar ditindaklanjuti secara konkret dan memberikan manfaat bagi pembangunan nasional serta masyarakat Indonesia.
Selama berada di New York, Sugiono menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband dan Menteri Luar Negeri Belanda Tom Berendsen. Ia juga melakukan pertemuan singkat dengan Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul.
Dalam pertemuan dengan Miliband, kedua pihak menegaskan komitmen memperkuat kemitraan bilateral melalui New Strategic Partnership untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat kedua negara.
Sementara itu, pembahasan dengan Wadephul berfokus pada penguatan hubungan bilateral menjelang peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jerman pada tahun depan.
Pertemuan dengan Berendsen membahas penguatan kemitraan dalam forum multilateral, termasuk isu Palestina.
Setelah pertemuan bilateral tersebut, Sugiono dan Berendsen mengikuti pertemuan trilateral bersama Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian Jean-Pierre Lacroix.
Pertemuan itu membahas penguatan misi pemeliharaan perdamaian PBB serta persiapan UN Peacekeeping Ministerial (UNPM) 2027, yang akan diselenggarakan bersama Indonesia dan Belanda di Jakarta.
Selain agenda bilateral, Sugiono bertemu dengan Rebeca Grynspan, kandidat Kosta Rika untuk posisi Sekretaris Jenderal PBB. Keduanya bertukar pandangan mengenai berbagai tantangan global dan penguatan peran PBB di masa mendatang.
Indonesia juga memanfaatkan rangkaian pertemuan diplomatik di New York untuk menggalang dukungan internasional atas pencalonannya sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029–2030.
Di sela pembukaan debat umum, Sugiono bertemu dengan perwakilan sejumlah negara sahabat dan mitra, termasuk Brunei Darussalam, Laos, Rumania, Belarus, Kirgistan, Mongolia, Kanada, Kolombia, dan Uni Eropa.
Kementerian Luar Negeri menyatakan rangkaian diplomasi tersebut mencerminkan komitmen Indonesia untuk memperluas kemitraan internasional sekaligus mendorong kepentingan nasional, baik melalui hubungan bilateral maupun forum multilateral.
























