BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
AS memiliki kesepakatan dengan China, pembeli untuk TikTok: Trump
Dikabarkan, kesepakatan tersebut diharapkan akan ditutup dalam 30 hingga 45 hari ke depan.
AS memiliki kesepakatan dengan China, pembeli untuk TikTok: Trump
Trump menyatakan aplikasi ini membantunya memenangkan pemilihan kembali tahun lalu, dan akun pribadinya memiliki 15 juta pengikut. / Reuters

Presiden Donald Trump pada hari Selasa menyatakan bahwa Amerika Serikat dan China telah mencapai kesepakatan yang akan memungkinkan aplikasi video pendek TikTok tetap beroperasi di Amerika Serikat. Kesepakatan ini mencakup pemindahan aset TikTok di AS ke pemilik asal AS dari perusahaan induknya di China, ByteDance, yang berpotensi menyelesaikan perselisihan yang telah berlangsung hampir setahun.

Kesepakatan terkait aplikasi media sosial populer ini, yang memiliki 170 juta pengguna di AS, menjadi terobosan dalam pembicaraan panjang antara dua ekonomi terbesar dunia. Pembicaraan ini bertujuan untuk meredakan perang dagang yang telah mengguncang pasar global.

Namun, Trump tidak mengumumkan rincian spesifik dari kesepakatan tersebut.

Setiap kesepakatan kemungkinan memerlukan persetujuan dari Kongres yang dikuasai Partai Republik. Kongres sebelumnya telah mengesahkan undang-undang pada tahun 2024, di bawah pemerintahan Biden, yang mewajibkan divestasi TikTok karena kekhawatiran bahwa data pengguna AS dapat diakses oleh pemerintah China. Hal ini dikhawatirkan memungkinkan Beijing memata-matai warga Amerika atau melakukan operasi pengaruh melalui aplikasi tersebut.

Pemerintahan Trump berulang kali menolak untuk menegakkan undang-undang yang mengharuskan aplikasi tersebut ditutup, karena khawatir akan membuat marah jutaan pengguna aplikasi itu dan mengganggu komunikasi politik. Sebaliknya, tenggat waktu divestasi telah diperpanjang hingga tiga kali.

Trump mengklaim bahwa aplikasi tersebut membantu dirinya memenangkan pemilihan ulang tahun lalu, dan akun pribadinya memiliki 15 juta pengikut. Gedung Putih bahkan meluncurkan akun resmi TikTok bulan lalu.

CNBC melaporkan pada hari Selasa bahwa kesepakatan ini diharapkan selesai dalam 30 hingga 45 hari ke depan, dan kesepakatan tersebut akan melibatkan investor yang sudah ada di perusahaan induk TikTok yang berbasis di China, ByteDance, serta investor baru.

Namun, laporan ini belum dapat diverifikasi secara independen.

Kesepakatan ini sebenarnya telah direncanakan sejak musim semi lalu.

Rencana tersebut akan memisahkan operasi TikTok di AS menjadi perusahaan baru yang berbasis di AS, dengan mayoritas kepemilikan dan pengelolaan oleh investor AS. Namun, rencana ini ditunda setelah China mengindikasikan tidak akan menyetujuinya menyusul pengumuman Trump tentang tarif tinggi pada barang-barang China.

SUMBER:Reuters
Jelajahi
SpaceX bidik valuasi US$1,75 triliun dalam IPO, salah satu yang terbesar dalam sejarah
Perusahaan Singapura DBS akan buka 18 wealth centre baru di Asia termasuk Indonesia
Indonesia catat surplus neraca perdagangan 72 bulan berturut-turut
Rupiah melemah, kurs jual dolar AS di bank tembus hingga Rp18.010
Negara bagian Florida gugat OpenAI atas dugaan dampak buruk ChatGPT
Indonesia tawarkan insentif pajak nol persen bagi eksportir patuh aturan DHE SDA
Permintaan India melemah, pemerintah turunkan harga referensi minyak kelapa sawit Juni 2026
Prabowo–Macron luncurkan dewan bisnis RI–Prancis, kesepakatan capai $3,5 miliar
Pertamina Patra Niaga turunkan harga avtur hingga 10 persen per hari ini
Pemerintah siapkan DSI jadi pintu tunggal ekspor komoditas strategis, berlaku mulai 1 Juni
Malaysia berlakukan larangan media sosial untuk usia di bawah 16 tahun secara nasional
Pertamina EP temukan cadangan migas baru di Musi Banyuasin berkapasitas 1.857 BOPD
Pembentukan DSI memicu kegelisahan di sektor pertambangan Indonesia: Laporan
Jelang Iduladha 2026, harga cabai hingga daging sapi di Jakarta mulai naik
China luncurkan misi Shenzhou-23, astronaut akan tinggal setahun di orbit demi target ke Bulan
Indonesia, Singapura perluas kolaborasi strategis di sektor ekonomi dan teknologi
PGN siap serap LNG Blok Masela untuk perkuat pasokan energi nasional
OJK revisi aturan bursa karbon demi dorong transaksi pasar
Danantara bentuk DSI untuk atur perdagangan komoditas strategis
Bank Indonesia perluas opsi mata uang devisa ekspor selain dolar AS