DUNIA
2 menit membaca
Prancis siapkan larangan media sosial untuk anak di bawah 15 tahun dan ponsel di SMA
Kebijakan ini muncul setelah insiden penusukan fatal di sekolah yang mengguncang Prancis.
Prancis siapkan larangan media sosial untuk anak di bawah 15 tahun dan ponsel di SMA
Seorang polisi Prancis berdiri di luar Sekolah Robert Schuman, tempat seorang guru ditikam oleh seorang siswa berusia 14 tahun di Benfeld. / Reuters
2 Januari 2026

Prancis berencana melarang anak-anak di bawah usia 15 tahun mengakses media sosial serta melarang penggunaan ponsel di sekolah menengah atas mulai September 2026, demikian dilaporkan media lokal pada Rabu. Langkah ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran publik terhadap dampak buruk dunia daring bagi anak di bawah umur.

Presiden Emmanuel Macron kerap menyoroti media sosial sebagai salah satu faktor yang memicu kekerasan di kalangan remaja. Ia juga memberi sinyal ingin Prancis mengikuti langkah Australia, yang memberlakukan larangan pertama di dunia bagi anak di bawah 16 tahun untuk menggunakan platform seperti Facebook, Snapchat, TikTok, dan YouTube sejak Desember lalu.

Harian Le Monde melaporkan Macron berpeluang mengumumkan kebijakan tersebut dalam pidato nasional malam Tahun Baru yang dijadwalkan tayang pukul 19.00 GMT. Pemerintah disebut akan mengajukan rancangan undang-undang untuk uji legalitas pada awal Januari, menurut laporan Le Monde dan France Info.

Istana Elysee dan kantor perdana menteri belum memberikan tanggapan atas laporan tersebut.

Penggunaan ponsel sebenarnya sudah dilarang di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Prancis sejak 2018. Kebijakan baru yang dilaporkan itu akan memperluas larangan hingga ke sekolah menengah atas. Dalam sistem pendidikan Prancis, siswa berusia 11 hingga 15 tahun menempuh pendidikan di sekolah menengah pertama.

Prancis juga telah mengesahkan undang-undang pada 2023 yang mewajibkan platform media sosial memperoleh izin orang tua bagi pengguna di bawah 15 tahun. Namun, penerapannya terkendala persoalan teknis.

Macron dorong aturan di tingkat Uni Eropa

Macron pada Juni lalu menyatakan akan mendorong regulasi di tingkat Uni Eropa untuk melarang akses media sosial bagi seluruh anak di bawah 15 tahun, menyusul kasus penusukan fatal di sebuah sekolah di Prancis timur yang mengejutkan publik.

Parlemen Eropa pada November mendesak Uni Eropa menetapkan batas usia minimum bagi anak untuk mengakses media sosial guna menekan peningkatan masalah kesehatan mental pada remaja akibat paparan berlebihan, meski penentuan usia tetap menjadi kewenangan masing-masing negara anggota.

Sejumlah negara lain juga telah mengambil langkah untuk mengatur akses anak-anak terhadap media sosial.

Macron memasuki tahun baru dengan catatan politik domestik yang suram setelah keputusannya menggelar pemilu parlemen pada 2024 berujung parlemen gantung. Situasi itu memicu krisis politik terburuk di Prancis dalam beberapa dekade, ditandai dengan silih bergantinya pemerintahan yang lemah.

Meski demikian, langkah memperketat akses media sosial bagi anak di bawah umur berpotensi mendapat dukungan luas. Jajak pendapat Harris Interactive pada 2024 menunjukkan 73 persen responden mendukung larangan akses media sosial bagi anak di bawah 15 tahun.

SUMBER:Reuters
Jelajahi
Pakistan luncurkan serangan udara baru di Kabul dan provinsi perbatasan Afghanistan
Serangan Israel di Beirut tewaskan dua orang sementara serangan rudal lukai 13 orang di utara Israel
Netanyahu ancam pemimpin tertinggi baru Iran, bela perang AS–Israel
AS, Rusia, dan China berselisih di Dewan Keamanan PBB terkait program nuklir Iran
Dari Armageddon ke Amalek: Bagaimana retorika keagamaan muncul kembali dalam perang Iran
FIFA menimbang opsi, Iran beri sinyal kemungkinan mundur dari Piala Dunia 2026
IEA: Perang di Timur Tengah mengakibatkan gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah
Apa dampak penggunaan fosfor putih?
Apa yang berubah di Iran setelah Mojtaba naik sebagai pemimpin tertinggi?
Harga minyak tembus $100 per barel akibat perang di Timur Tengah picu kekhawatiran pasar
Iran kembali peringatkan kapal-kapal AS, Israel, dan sekutu yang mencoba melewati Selat Hormuz
Indonesia dan Australia perluas kerja sama keamanan libatkan Jepang dan Papua Nugini
Presiden Prabowo lakukan panggilan dengan Putra Mahkota Arab Saudi bahas eskalasi Timur Tengah
Dhaka ajukan permohonan dispensasi sementara AS untuk impor minyak Rusia
Tiga pelaut Thailand 'diduga terjebak' setelah kapal diserang di Selat Hormuz
Indonesia dan negara-negara Muslim lainnya mengecam pembatasan Israel selama Ramadan di Al-Aqsa
Iran dilaporkan tangkap puluhan atas tuduhan 'Spionase', termasuk warga asing
Pakistan hadapi kekhawatiran pasokan bahan bakar karena truk tangki menunggu di depot kosong
Thailand wajibkan pegawai negeri WFH, terapkan langkah penghematan energi
Pemimpin tertinggi baru Iran 'selamat dan sehat' meskipun luka perang, kata putra Pezeshkian