ASIA
1 menit membaca
Indonesia kerahkan TNI untuk merampungkan proyek Jalan Trans Papua
Indonesia akan mempercepat penyelesaian proyek Jalan Trans Papua dengan melibatkan TNI untuk mengatasi ancaman keamanan dari KKB. Dimulai pada tahun 2014, rute sepanjang 4.330 km ini telah menghubungkan lebih dari 3.400 km sejauh ini.
Indonesia kerahkan TNI untuk merampungkan proyek Jalan Trans Papua
Pemandangan udara di salah satu titik Proyek Jalan Trans Papua. (Foto: X/kemenPU)
23 Juli 2025

Indonesia telah meminta bantuan tentara untuk mempercepat proyek jalan strategis yang telah lama terhenti dan menghadapi penundaan berulang kali karena ancaman keamanan terus-menerus dari kelompok bersenjata, menurut media lokal pada hari Selasa.

Proyek Jalan Trans Papua sepanjang 4.330 kilometer (2.690 mil)—diluncurkan pada tahun 2014 dan sekarang ditangani bersama oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Tentara Nasional Indonesia (TNI)—sejauh ini telah menghubungkan 3.446 kilometer, demikian laporan Jakarta Globe.

Kepala Pusat Informasi TNI, Mayor Jenderal Kristomei Sianturi, menyebut serangan berkali-kali dari kelompok bersenjata KKB sebagai tantangan utama yang menghambat pekerjaan. Kelompok ini memiliki sejarah menargetkan para pekerja konstruksi, termasuk penyergapan mematikan pada tahun 2018 yang menewaskan 19 pekerja.

Para pejabat juga menekankan bahwa koordinasi keamanan yang lebih baik dengan masyarakat setempat akan sangat penting untuk memastikan para pekerja dapat beroperasi dengan aman dan proyek akhirnya dapat diselesaikan. Pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto bertekad untuk menyelesaikan proyek tersebut. 

Roy Rizali Anwar, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, mengatakan keterlibatan militer akan difokuskan pada pembangunan jalan akses di wilayah terpencil, perbatasan, dan terluar seperti Papua dan Kalimantan.

"Pembangunan akan diprioritaskan di 11 lokasi utama. Kami akan melakukan survei, menentukan estimasi biaya, dan mengalokasikan dana melalui APBN berdasarkan sumber daya yang tersedia," ujar Roy.

TerkaitTRT Global - Kereta cepat Jakarta-Bandung lampaui 10 juta penumpang sejak diluncurkan

SUMBER:AA
Jelajahi
TNI AU uji coba pendaratan F-16 di Tol Lampung sebagai landasan darurat pesawat militer
Bocah 9 tahun tewas tenggelam di Embung Sejuk Cipayung
Lubang raksasa di Aceh terus membesar, pemerintah tutup akses publik
Jakarta hadapi krisis sampah, dari pasar yang berbau menyengat hingga TPA yang nyaris meledak
Bank Indonesia siapkan Rp185,6 triliun uang tunai untuk Ramadan dan Idulfitri
Myanmar mengusir diplomat Timor Leste karena perselisihan atas gugatan kejahatan junta
Rentetan kematian anak picu kekhawatiran krisis kesehatan mental di Indonesia
TNI AL: Kapal induk Garibaldi diharapkan tiba sebelum HUT, juga siapkan kapal RS untuk misi Gaza
Jepang sita kapal nelayan China, insiden memperdalam ketegangan antara kedua negara
Presiden Prabowo terima delegasi Pakistan, bahas kerja sama pertahanan dan dukungan KTT D-8
Ratusan siswa di Sumatera Utara keracunan usai konsumsi makan siang gratis
Konsulat Indonesia pulangkan 217 WNI yang dideportasi Malaysia dari Tawau
Kamboja dorong Filipina perkuat misi pengamat ASEAN di perbatasan
Prabowo klaim MBG lebih baik dari Jepang dan Eropa di tengah kritik fiskal dan keracunan
TNI AU uji coba pendaratan jet tempur F-16 dan super tucano di Tol Lampung
Pemerintah tinjau ulang nasib tambang emas Martabe usai pencabutan izin
3 korban tewas dalam serangan OPM di Papua, pilot pesawat hingga prajurit TNI jadi sasaran
KKB menyerang pesawat Caravan milik Smart Air di Papua Selatan, 2 pilot tewas
Filipina desak China untuk tetap jaga retorika 'tenang' saat ketegangan meningkat
Gunung Semeru meletus lima kali, mengirimkan abu setinggi 1.000 meter