DUNIA
2 menit membaca
Sereal bayi Nestle dijual dengan kandungan gula lebih tinggi di Afrika, klaim NGO
Public Eye menemukan bahwa satu porsi rata-rata mengandung hampir enam gram gula tambahan, dua kali lipat dari jumlah yang terdeteksi di pasar Cerelac utama, India.
Sereal bayi Nestle dijual dengan kandungan gula lebih tinggi di Afrika, klaim NGO
Nestle mengatakan sedang mempercepat peluncuran global varian tanpa tambahan gula yang sudah ada di 97% pasar perusahaan. / Reuters

NGO Swiss Public Eye pada Selasa menuding Nestle menerapkan standar ganda, dengan mengklaim perusahaan menjual sereal bayi di Afrika dengan kandungan gula lebih tinggi dibanding pasar yang lebih maju, klaim yang oleh Nestle disebut menyesatkan dan tidak berdasar.

Bekerja sama dengan organisasi masyarakat sipil di Afrika, Public Eye mengumpulkan hampir 100 produk dari rangkaian sereal bayi instan Cerelac milik Nestle dan menyatakan bahwa setelah analisis laboratorium, lebih dari 90 persen produk tersebut mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi, berbeda dengan pasar Eropa.

Reuters belum dapat memverifikasi temuan ini secara independen. Nestle menyatakan semua jenis gula tambahan dalam sereal bayi mereka berada jauh di bawah batas yang ditetapkan oleh badan standar pangan internasional, Codex Alimentarius.

“Menunjuk gula yang berasal dari sereal dan buah secara alami sebagai gula rafinasi tambahan pada produk adalah menyesatkan dan tidak akurat secara ilmiah,” kata juru bicara Nestle.

“Jika kita mengecualikan gula dari bahan seperti susu, sereal, dan buah, sereal bayi Cerelac kami tidak mengandung kadar gula rafinasi tambahan seperti yang disebut dalam laporan itu.”

Pada April 2024, Public Eye melaporkan bahwa Nestle menambahkan gula pada makanan bayi yang dijual di negara berpenghasilan rendah termasuk India, tetapi tidak di pasar Eropa, yang memicu penyelidikan dari regulator pangan India. Laporan Selasa mengulang klaim itu, dengan fokus pada Afrika.

Dalam surat terbuka tertanggal 17 November, International Babyfood Action Network (IBFAN) dan 19 organisasi masyarakat sipil dari 13 negara Afrika seperti Maroko, Nigeria, dan Afrika Selatan mendesak CEO Nestle Philipp Navratil untuk menghentikan apa yang disebutnya sebagai standar ganda terkait gula tambahan pada makanan bayi yang dijual di Afrika.

SUMBER:Reuters
Jelajahi
Indonesia dorong BRICS perkuat perdagangan dan akses pasar bagi UMKM
KSAU Indonesia dan Australia terbang formasi di Pitch Black 2026
Indonesia tegaskan hukum laut tetap berlaku saat perang
Berbeda dengan UEFA, Indonesia dukung Infantino lanjutkan kepemimpinan FIFA
Kebakaran Gunung Bromo meluas hingga 120 hektare, angin kencang picu titik api baru
Indonesia-Arab Saudi sepakati kerja sama investasi strategis melalui penanaman modal
Kedubes Iran respon pernyataan Prabowo, tegaskan program nuklirnya untuk tujuan damai
Menhan RI dan Thailand perkuat kerja sama pertahanan, sepakati latihan pasukan khusus
Peluang besar UMKM lokal, Kemenhaj bidik pasar rantai pasok haji di Arab Saudi
Kemenlu AS akan tutup konsulat di Medan dan 4 negara lain
Indonesia–Thailand perkuat kemitraan strategis, fokus ekonomi dan stabilitas ASEAN
Indonesia dan Australia perkuat kerja sama maritim lewat Cassowary Exercise 2026
Indonesia dorong resiliensi ASEAN hadapi ancaman bencana dan krisis
ASEAN mempercepat negosiasi CoC dengan China Laut di tengah ketegangan Selat Hormuz
Indonesia dan Jepang bahas perluasan peluang kerja serta pengembangan SDM terampil
Perkuat akses ke Amerika Selatan, Indonesia dan Peru sepakat percepat perundingan CEPA
Perkuat pertahanan udara Indo-Pasifik, TNI AU dan PACAF gelar A2AT ke-18 di Hawaii
KBRI Tokyo imbau WNI tetap waspada setelah gempa M7,1 di Kumamoto
World Para Athletics Grand Prix 2026: Tim Para Atletik Indonesia raih 16 medali
Pemerintah pantau kepulangan ABK Indonesia terdampak serangan rudal di Selat Hormuz