POLITIK
2 menit membaca
Peru putuskan hubungan diplomatik dengan Meksiko karena suaka untuk mantan PM
Meksiko melakukan “tindakan tidak bersahabat” dengan memberikan suaka kepada mantan Perdana Menteri Betssy Chavez, yang menjabat di bawah Presiden Pedro Castillo, kata Menteri Luar Negeri Peru Hugo de Zela.
Peru putuskan hubungan diplomatik dengan Meksiko karena suaka untuk mantan PM
Menteri Luar Negeri Peru Hugo de la Selva menghadiri upacara di Istana Torre Tagle, 24 Oktober 2025. [Kementerian Luar Negeri] / Others
4 November 2025

Peru memutuskan hubungan diplomatik dengan Meksiko setelah negara itu memberikan suaka kepada mantan perdana menteri yang tengah diselidiki terkait dugaan upaya kudeta pada 2022 oleh mantan Presiden Pedro Castillo.

“Hari ini kami menyampaikan rasa kecewa dan penyesalan mendalam setelah mengetahui bahwa mantan perdana menteri Betssy Chavez, yang diduga terlibat dalam upaya kudeta bersama mantan presiden Pedro Castillo, telah diberikan suaka di kediaman Kedutaan Besar Meksiko di Peru,” kata Menteri Luar Negeri Hugo de Zela dalam konferensi pers, Senin.

“Mengingat tindakan tidak bersahabat ini, dan memperhatikan berbagai insiden di mana presiden saat ini maupun sebelumnya di negara tersebut ikut campur dalam urusan internal Peru, pemerintah Peru memutuskan untuk menghentikan hubungan diplomatik dengan Meksiko mulai hari ini,” tambahnya.

Castillo, mantan guru sekolah pedesaan dan aktivis serikat buruh yang dijuluki sebagai “presiden miskin pertama” Peru, dimakzulkan oleh Kongres pada Desember 2022 setelah berusaha membubarkan lembaga tersebut di tengah kebuntuan politik yang berlangsung berbulan-bulan.

Hubungan antara Lima dan Meksiko memburuk tajam setelah pencopotan Castillo.

Peru mengusir duta besar Meksiko setelah negara itu memberikan suaka kepada istri dan anak-anak Castillo.

Pengganti Castillo, yang kini juga mantan presiden, Dina Boluarte, sempat menarik sementara duta besar Peru dari Mexico City. Ia menuduh Presiden Meksiko saat itu, Andres Manuel Lopez Obrador, ikut campur dalam urusan negaranya karena menyatakan dukungan bagi Castillo.

Castillo ditangkap dan didakwa melakukan pemberontakan serta penyalahgunaan wewenang saat dalam perjalanan menuju Kedutaan Besar Meksiko di Lima untuk meminta suaka bersama keluarganya.

Chavez juga didakwa bersama Castillo. Keduanya mulai diadili pada Maret lalu.

Sementara Castillo ditahan sejak pemakzulannya, Chavez dibebaskan dengan jaminan.

Jaksa menuntut hukuman 25 tahun penjara bagi Chavez atas dugaan keterlibatannya dalam rencana Castillo membubarkan Kongres, sementara Castillo dihadapkan pada tuntutan 34 tahun.

Castillo membantah semua tuduhan, dengan menyatakan bahwa ia tidak pernah mengangkat senjata melawan negara karena militer menolak menjalankan perintahnya.

SUMBER:TRT World & Agencies
Jelajahi
Partai Nasionalis Bangladesh akan bentuk pemerintahan pada Minggu, piagam Juli diterapkan bertahap
Dunia sambut pemilu Bangladesh sebagai ‘kemenangan demokrasi’, ucapkan selamat kepada BNP
Enam nama berpengaruh muncul dalam berkas Epstein, memicu pemeriksaan dan kekhawatiran baru
Siapa, apa, bagaimana: Pemilu pertama pasca-Hasina di Bangladesh dijelaskan dalam empat poin
Dapatkah Kuba dan AS benar-benar berdamai sementara krisis energi semakin dalam?
RI dan Mesir matangkan rencana lawatan Presiden el-Sisi ke Jakarta
Bagaimana pemilu Bangladesh usai Hasina lengser jadi sorotan di luar Barat
Pemilu 2026: Sekilas mengenai sejarah politik Bangladesh
Menlu Iran Araghchi tiba di Oman untuk negosiasi nuklir dengan AS di tengah pengerahan rudal
Zelenskyy: 55.000 tentara Ukraina gugur di medan perang
Informan FBI 'yakin' bahwa Jeffrey Epstein adalah mata-mata Israel — dokumen pemerintah AS
AS pangkas tarif impor India jadi 18% usai Modi setuju hentikan pembelian minyak Rusia
Istanbul menjadi tuan rumah pembicaraan AS-Iran, diplomat Türkiye, Pakistan, dan Arab akan hadir
Bangladesh jelang pemilu pasca-Hasina, pemilih diperkirakan setujui kebijakan Dhaka ke Pakistan
Trump akan mengenakan tarif pada negara-negara yang memasok minyak ke Kuba
Rubio paparkan rencana AS mengawasi pendapatan minyak Venezuela
Minnesota desak Trump ‘redakan ketegangan’ setelah penembakan fatal ICE dan serangan pada Ilhan Omar
Tatanan dunia baru: Bagaimana Trump menulis ulang buku pedoman yang membangun Barat
Presiden Lula desak Trump untuk pertimbangkan inklusi Palestina dalam inisiatif Dewan Perdamaian
Kekerasan di Eropa adalah mengapa YPG/PKK mengancam kohesi sosial jauh melampaui batas Suriah saja