Kementerian Kesehatan Republik Indonesia meningkatkan kesiapsiagaan dan pengawasan kesehatan di seluruh titik masuk internasional. Langkah proaktif ini diambil menyusul laporan kematian seorang pekerja laboratorium di Rusia.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menyatakan bahwa otoritas kesehatan terus memantau perkembangan penanganan kasus tersebut. Pengawasan ketat juga diberlakukan di berbagai bandara dan pelabuhan internasional, termasuk di Bali.
"Hingga hari ini, belum ada notifikasi melalui International Health Regulations (IHR) atau informasi di situs WHO Event Information Site (EIS) yang menyerukan kewaspadaan khusus terkait insiden ini," ujar Aji di Jakarta, Senin (5/10), sebagaimana dikabarkan Antara.
Meskipun belum ada peringatan global secara resmi, langkah-langkah pencegahan tetap dijalankan secara ketat di lapangan.
Pemeriksaan kesehatan dilakukan melalui sistem SATUSEHAT Health Pass (SSHP). Petugas karantina menganalisis data untuk melacak riwayat perjalanan penumpang dari atau yang transit di wilayah terdampak.
Protokol deteksi dini difokuskan pada penyaringan gejala klinis seperti demam, batuk, dan sesak napas. Penumpang yang menunjukkan indikasi gejala infeksi akan langsung dirujuk ke rumah sakit khusus penyakit infeksi untuk menjalani isolasi dan penanganan medis.
Selain itu, petugas juga memantau moda transportasi yang masuk serta melakukan pengawasan vektor terhadap populasi tikus dan kutu tikus di area pelabuhan maupun bandara.
Kemenkes mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dari pemerintah serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat guna menjaga daya tahan tubuh.
Langkah antisipasi ini merespons laporan media internasional mengenai kematian seorang pekerja berusia 28 tahun di Irkutsk Research Anti-Plague Institute of Siberia. Korban meninggal akibat infeksi pernapasan parah yang belum diketahui penyebab pasti pastinya.
Saat ini, otoritas Rusia telah menempatkan sekitar 200 orang yang sempat melakukan kontak dengan korban di bawah pengawasan medis sambil melanjutkan investigasi.

























