POLITIK
2 menit membaca
China 'tidak takut' perang dagang setelah Trump mengancam tarif baru
Beijing berjanji akan mempertahankan kepentingannya setelah Amerika Serikat berencana memberlakukan tarif 100 persen dan pembatasan ekspor perangkat lunak terkait sengketa logam tanah jarang.
China 'tidak takut' perang dagang setelah Trump mengancam tarif baru
Tanggapan China ini menyusul pengumuman Trump pada hari Jumat bahwa Washington akan mengenakan tarif baru sebesar 100 persen terhadap impor China. / Reuters

Beijing menyatakan pada Minggu bahwa pihaknya “tidak takut” menghadapi perang dagang dengan Amerika Serikat setelah Presiden Donald Trump mengancam akan menerapkan tarif baru dalam skala besar serta pembatasan ekspor terhadap China, lapor Global Times.

Juru bicara Kementerian Perdagangan China mengatakan bahwa “ancaman tarif tinggi secara sepihak” bukanlah cara yang tepat untuk berinteraksi dengan Beijing, menegaskan bahwa posisi China dalam isu tersebut tetap konsisten.

“Kami tidak menginginkan [perang dagang], tapi kami juga tidak takut,” kata juru bicara itu. “China dengan tegas melindungi keamanan nasional dan keamanan bersama internasional, mengambil posisi yang adil dan rasional, serta menerapkan langkah pengendalian ekspor secara hati-hati dan proporsional.”

Tarif baru Trump

Pernyataan tersebut muncul setelah Trump pada Jumat mengumumkan bahwa Washington akan memberlakukan tarif baru sebesar 100 persen terhadap impor dari China serta membatasi ekspor “perangkat lunak penting” mulai 1 November 2025, atau lebih cepat jika Beijing mengambil langkah tambahan.

Trump menyampaikan pengumuman itu melalui platform media sosialnya, Truth Social, dengan menyebut keputusan tersebut sebagai respons atas langkah China yang dinilai “belum pernah terjadi sebelumnya” dalam memperketat pembatasan ekspor mineral tanah jarang.

Pada Kamis, China memperluas pembatasan ekspor tanah jarangnya hingga mencakup teknologi pemrosesan dan manufaktur, serta kerja sama dengan perusahaan asing tanpa persetujuan pemerintah sebelumnya.

Kementerian Perdagangan China menyatakan bahwa kebijakan itu dirancang untuk melindungi keamanan nasional dengan mengatur ekspor teknologi yang berkaitan dengan tanah jarang, termasuk penambangan, peleburan, pemisahan, dan daur ulang.

SUMBER:TRT World & Agencies
Jelajahi
Pengadilan Korsel jatuhkan hukuman 2 tahun penjara ke mantan Presiden Yoon atas pendanaan politik
Dapatkah AS dan Iran kembali ke negosiasi setelah Trump mengatakan gencatan senjata berakhir?
Lebih dari sekadar KTT NATO: Ankara mengambil peran sentral dalam diplomasi global
JD Vance baru saja mengungkapkan kekesalannya dengan taktik negosiasi Persia Iran. Apa itu sebenarnya?
Prancis jadwalkan pemilu presiden 2027 jelang berakhirnya masa jabatan Macron
Kasus korupsi Chromebook, eks Mendikbudristek Nadiem Makarim jalani sidang putusan hari ini
Kesepakatan yang diperdebatkan: di mana AS dan Iran berselisih
AS menghadapi ujian dalam menyeimbangkan diplomasi Iran dan kebijakan Israel
Mengapa rekam jejak Modi sebagai PM India terlama tercoreng oleh agenda anti-Muslim Hindutva-nya
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier tiba di Jakarta untuk kunjungan kenegaraan
Mahasiswa UI bawa lima tuntutan dalam aksi di Bundaran HI
Pesan nuklir Rusia: Ancaman, penghalang, atau tanda kelemahan?
Prabowo tegaskan politik bebas aktif di tengah kritik kunjungan luar negeri
Prabowo lantik kepala dan wakil kepala BGN, tunjuk Said Iqbal jadi penasihat khusus presiden
Presiden Korea Selatan tunjuk Han Seong-sook sebagai calon perdana menteri baru
Menko Polkam: Presiden tak beri perlakuan khusus bagi pelaku korupsi
RUU P2SK disepakati, BI bakal ikut fokus dorong sektor riil dan penciptaan kerja
Presiden Prabowo terima Menlu Türkiye Hakan Fidan, bahas Palestina hingga stabilitas Timur Tengah
Dicopot dari kepala BGN, posisi Dadan Hindayana digantikan Nanik S Deyang
Lima kali Trump menegur Netanyahu — dan apa yang terjadi kemudian