ASIA
2 menit membaca
ASEAN-COCI tegaskan peran sentral dalam penguatan budaya dan informasi kawasan
Pertemuan ke-60 ASEAN-COCI di Jakarta menyoroti upaya memperkuat identitas bersama ASEAN melalui kolaborasi budaya, pertukaran informasi, serta pelestarian warisan budaya di kawasan.
ASEAN-COCI tegaskan peran sentral dalam penguatan budaya dan informasi kawasan
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyambut delegasi ASEAN dalam 60th Meeting ASEAN-COCI di Hutan Kotaby Plataran, Jakarta. Foto: X/@fadlizon
27 November 2025

Upaya mempererat kerja sama di sektor budaya, informasi, dan media menjadi fokus utama Pertemuan ke-60 Komite ASEAN untuk Budaya dan Informasi (ASEAN-COCI) yang berlangsung di Jakarta, menurut laporan Antara.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan pentingnya peran para delegasi dalam memperkuat kolaborasi regional. “Lebih dari empat dekade berlalu, ASEAN-COCI telah berkembang menjadi salah satu pilar penting dalam mempererat hubungan antarmasyarakat, kolaborasi budaya, pertukaran informasi, dan pembentukan identitas bersama ASEAN di tengah keragaman komunitas,” ujarnya dalam keterangan pers, Rabu (26/11).

Ia menjelaskan, ASEAN-COCI kini menjadi wadah strategis bagi para seniman, pelajar, praktisi, dan ahli budaya untuk saling berbagi pengetahuan, kreativitas, dan inovasi melalui berbagai platform, mulai dari forum, kunjungan studi, pertukaran budaya, hingga produksi bersama dan program peningkatan kapasitas.

Pertemuan ASEAN-COCI yang digelar pada 24–28 November 2025 itu juga menampilkan perayaan ASEAN-COCI 2025 Jubilee Fiesta yang menandai hampir lima dekade kontribusi komite tersebut. Acara ini mencakup penyelenggaraan forum, pameran memorabilia, dan lomba fotografi.

Fadli menambahkan, proyeksi populasi usia muda ASEAN yang mencapai lebih dari 220 juta jiwa menjadi sumber besar kreativitas dan energi dalam pengembangan budaya dan informasi. Kelompok demografis ini, katanya, akan sangat memengaruhi bagaimana ASEAN dipandang di tingkat regional maupun global.

Ia juga menyoroti kerja sama terbaru negara-negara ASEAN dalam mengajukan nominasi multinasional kebaya ke Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Kolaborasi yang melibatkan Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura itu dipandang sebagai bukti bagaimana warisan budaya bersama dapat mempererat hubungan antarnegara di kawasan.

“Semoga kolaborasi ini menginspirasi lebih banyak pengajuan bersama di masa mendatang dan semakin memperkuat komitmen kita terhadap pelestarian warisan budaya,” kata Fadli.

Upacara penyambutan delegasi turut dimeriahkan pertunjukan cahaya dan tari Zapin Indonesia yang menampilkan semangat keterbukaan serta kekayaan budaya Nusantara sebagai bagian dari keberagaman budaya ASEAN.

TerkaitTRT Indonesia - Belanda kembalikan fosil 'Manusia Jawa' dan koleksi Dubois ke Indonesia
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi