Iran dilaporkan mengalami gangguan internet secara nasional, dengan sejumlah laporan menyebut layanan telepon juga ikut terdampak.
“Data pemantauan langsung menunjukkan Iran kini berada di tengah pemadaman internet berskala nasional,” kata NetBlocks, kelompok pemantau internet yang berbasis di London, melalui platform X pada Kamis malam.
Sejumlah media melaporkan layanan telepon seluler mulai terganggu tak lama setelah akses internet terputus. Namun hingga kini, otoritas Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait gangguan tersebut.
Pemadaman yang dilaporkan ini terjadi setelah Iran dilanda aksi protes sejak akhir Desember, yang dipicu merosotnya nilai tukar rial serta tekanan ekonomi yang terus berlanjut.
Jumlah korban tewas akibat aksi protes di Iran dilaporkan meningkat menjadi 38 orang, menurut sebuah kelompok pembela HAM yang berfokus pada Iran, pada Rabu.
Protes meluas secara nasional
Iran diguncang gelombang demonstrasi sejak bulan lalu, yang bermula pada 28 Desember di Grand Bazaar Teheran, menyusul anjloknya nilai tukar rial Iran dan memburuknya kondisi ekonomi.
Aksi unjuk rasa tersebut kemudian menyebar ke sejumlah kota lain di berbagai wilayah negara itu.
Sebuah kelompok HAM yang berbasis di Amerika Serikat dan memantau situasi Iran melaporkan bahwa beberapa demonstran meninggal dunia.
Namun, otoritas Iran belum mengonfirmasi angka korban maupun merilis keterangan resmi terkait mereka yang tewas atau terluka.
Di tengah gelombang protes, Kementerian Luar Negeri Iran pada Rabu mengecam apa yang disebutnya sebagai “campur tangan dalam urusan dalam negeri Iran” oleh Amerika Serikat.
Dalam pernyataan di situs resmi Kementerian Luar Negeri, Teheran menegaskan bahwa AS “menyimpan permusuhan terhadap rakyat Iran” serta mengecam apa yang digambarkan sebagai sikap dan kebijakan menyesatkan Washington terhadap Iran.
















