DUNIA
2 menit membaca
Kelompok medis laporkan puluhan pemerkosaan di Al Fasher setelah RSF mengambil alih
Sudan Doctors Network menyatakan pemerkosaan itu “setara dengan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.”
Kelompok medis laporkan puluhan pemerkosaan di Al Fasher setelah RSF mengambil alih
Pengungsi Sudan berkumpul dan duduk di tenda-tenda darurat setelah melarikan diri dari kota Al Fasher di Darfur, di Tawila, Sudan, 29 Oktober 2025. / Reuters
17 November 2025

Sebuah kelompok medis Sudan melaporkan 32 kasus pemerkosaan terhadap anak perempuan yang melarikan diri dari Al Fasher dalam satu pekan, sementara kota di barat Sudan itu tetap berada di bawah kendali pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF).

Sebagian korban diperkosa di dalam kota Al Fasher setelah RSF mengambil alih, sementara lainnya mengalami kekerasan seksual saat mencoba melarikan diri ke kota Tawila yang berdekatan, kata Sudan Doctors Network dalam pernyataan pada Minggu.

Kelompok itu mengecam pemerkosaan tersebut sebagai “pelanggaran jelas terhadap hukum kemanusiaan internasional dan setara dengan kejahatan perang serta kejahatan terhadap kemanusiaan.”

Tindakan itu, lanjut pernyataan tersebut, “mengungkap sejauh mana kekacauan dan pelanggaran sistematis yang dihadapi perempuan dan anak perempuan di wilayah yang dikuasai RSF, di tengah absennya perlindungan dan ketiadaan akuntabilitas sepenuhnya.”

Kelompok medis itu menyatakan RSF bertanggung jawab penuh dan menyerukan penyelidikan internasional independen yang mendesak, perlindungan segera bagi para penyintas dan saksi, serta akses tanpa hambatan bagi tim medis dan kemanusiaan untuk memberikan perawatan, pengobatan, serta dukungan psikologis dan hukum.

Konflik di Sudan antara militer dan RSF, yang dimulai pada April 2023, telah menewaskan sedikitnya 40.000 orang dan membuat 12 juta orang mengungsi, menurut Organisasi Kesehatan Dunia.

Bulan lalu, RSF merebut Al Fasher, ibu kota Darfur Utara, dan dituduh melakukan pembantaian. Kelompok itu kini menguasai seluruh lima negara bagian di Darfur, dari total 18 negara bagian Sudan, sementara militer memegang kendali atas sebagian besar 13 negara bagian lainnya, termasuk Khartoum.

Darfur mencakup sekitar seperlima wilayah Sudan, tetapi sebagian besar dari 50 juta penduduk negara itu tinggal di area yang dikuasai militer.

SUMBER:AA