DUNIA
2 menit membaca
Indonesia bahas eskalasi Timur Tengah dengan duta besar negara Teluk dan Yordania
Pertemuan di Jakarta menyoroti meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Indonesia mendorong de-eskalasi melalui dialog sekaligus memastikan perlindungan ratusan ribu WNI di wilayah tersebut.
Indonesia bahas eskalasi Timur Tengah dengan duta besar negara Teluk dan Yordania
Pertemuan Menlu RI dengan Duta Besar Negara Teluk dan Yordania. Foto: Kemenlu
sejam yang lalu

Menteri Luar Negeri RI menerima para duta besar negara-negara Teluk dan Yordania di Jakarta untuk membahas perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah yang tengah mengalami peningkatan ketegangan.

Pertemuan yang berlangsung pada sembilan Maret itu dihadiri oleh Duta Besar Bahrain, Arab Saudi, Oman, dan Yordania, serta perwakilan kedutaan Perserikatan Emirat Arab, Kuwait, dan Qatar.

Inisiatif pertemuan datang dari Duta Besar Bahrain sebagai perwakilan negara yang saat ini memegang presidensi Gulf Cooperation Council (GCC).

Dalam diskusi tersebut, para duta besar dan perwakilan negara GCC menyampaikan perkembangan situasi keamanan di negara masing-masing serta pandangan mereka terkait dinamika terbaru di kawasan.

Mereka juga menyampaikan apresiasi atas inisiatif Presiden dan Menteri Luar Negeri RI yang sebelumnya telah melakukan komunikasi melalui sambungan telepon dengan para pemimpin serta menteri luar negeri negara-negara GCC dan Yordania.

Dorong dialog dan diplomasi

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri RI menyampaikan keprihatinan mendalam Indonesia terhadap eskalasi ketegangan di Timur Tengah.

Menurutnya, situasi tersebut berpotensi meningkatkan ketidakpastian keamanan tidak hanya di tingkat regional, tetapi juga global.

Indonesia pun mendorong semua pihak untuk menahan diri serta mengedepankan dialog dan diplomasi sebagai jalan utama untuk meredakan ketegangan dan menciptakan stabilitas jangka panjang.

Selain itu, Indonesia menegaskan kesiapannya berkontribusi secara konstruktif dalam upaya perdamaian di kawasan.

Jakarta juga membuka kemungkinan berperan sebagai honest broker atau pihak penengah yang memfasilitasi dialog, apabila disepakati oleh pihak-pihak yang terlibat.

Indonesia dalam kesempatan itu turut menekankan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan negara, kepatuhan pada hukum internasional, serta perlindungan terhadap masyarakat sipil di tengah konflik.

Perhatian pada keselamatan WNI

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri RI juga menyoroti keselamatan warga negara Indonesia di kawasan Timur Tengah.

Saat ini tercatat sekitar empat ratus sembilan puluh lima ribu WNI berada di negara-negara GCC dan Yordania.

Pemerintah Indonesia berharap negara-negara setempat dapat terus memberikan dukungan guna memastikan perlindungan dan keselamatan para WNI tersebut di tengah situasi keamanan kawasan yang masih dinamis.

TerkaitTRT Indonesia - Gelombang pertama evakuasi 22 WNI dari Iran tiba di Indonesia
SUMBER:TRT Indonesia