Seorang pastor Katolik Maronit Lebanon tewas setelah Israel menyerang sebuah rumah di desa perbatasan Qlayaa, menurut pejabat Katolik dan laporan media.
Laporan tersebut menyebut Pastor Pierre al-Rahi meninggal akibat luka yang dideritanya dalam serangan tersebut.
Sebelumnya, al-Rahi bersama sejumlah pastor lain menolak mematuhi perintah militer Israel yang dinilai ilegal untuk mengevakuasi desa Kristen Qlayaa.
“Pastor Pierre al-Rahi berasal dari desa saya, Dibeh, tetapi ia melayani sebagai pastor paroki Qlayaa di Marjayoun,” kata Pastor Maronit Lebanon Jean Younes, seperti dikutip OSV News.
Desa Maronit tersebut dihuni sekitar 8.000 penduduk dan terletak di distrik Marjayoun, beberapa kilometer dari perbatasan Israel.
Militer Israel belakangan meningkatkan intensitas serangan udara dan pengeboman di Lebanon selatan, wilayah selatan Beirut, serta Lembah Bekaa.
Media Lebanon melaporkan sebuah tank Merkava Israel menembakkan dua kali tembakan ke sebuah rumah di Qlayaa.
Serangan pertama melukai pemilik rumah dan istrinya.
Al-Rahi bersama beberapa tetangga segera bergegas untuk membantu para korban yang terluka ketika tank tersebut kembali menembak.
Pastor itu terluka dalam serangan kedua tank Israel dan kemudian meninggal akibat luka yang dideritanya.
Beberapa warga sipil Lebanon lainnya juga dilaporkan terluka dalam serangan tersebut.













