Arab Saudi mengatakan pada Rabu bahwa pihaknya berhasil mencegat gelombang tujuh drone yang menuju ladang minyak strategis, ketika Iran kembali melancarkan serangan terhadap negara-negara Teluk dan infrastruktur energi mereka.
“Dua drone yang menuju ladang minyak Shaybah berhasil dicegat dan dihancurkan,” kata kementerian pertahanan dalam unggahan di X.
Kementerian itu juga menyebut lima drone lainnya berhasil dicegat dan dihancurkan dalam insiden terpisah.
Ladang minyak Shaybah, yang menjadi salah satu penopang penting produksi minyak kerajaan, berada dekat perbatasan dengan Uni Emirat Arab. Ladang tersebut dioperasikan oleh raksasa energi Arab Saudi, Aramco, salah satu perusahaan terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar.
Kerajaan itu juga mengatakan telah mencegat tujuh rudal balistik dalam serangan terpisah yang menargetkan wilayah timur negara tersebut serta Pangkalan Udara Pangeran Sultan, tempat seorang tentara Amerika terkena serangan pada satu Maret dan meninggal dunia sepekan kemudian.
Uni Emirat Arab juga melaporkan serangan baru rudal dan drone dari Iran pada Rabu.
Kementerian pertahanan negara Teluk itu mengatakan sistem pertahanan udaranya sedang merespons sejumlah rudal dan drone yang masuk, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai target atau lokasi serangan.
Iran meluncurkan serangan rudal ke Israel dan pangkalan AS
Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Selasa mengatakan telah meluncurkan gelombang baru rudal ke sejumlah kota di Israel, termasuk Tel Aviv, serta target Amerika Serikat di kawasan.
Pasukan Iran itu kemudian menyatakan telah menargetkan pangkalan Amerika Serikat di Bahrain dan wilayah Kurdi di Irak utara, menurut laporan media Iran pada Rabu dini hari.
Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita Tasnim, Garda Revolusi mengatakan “sejumlah besar” rudal balistik ditembakkan ke pangkalan Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain serta tiga fasilitas lain di Irak utara.
Bahrain telah beberapa kali menjadi sasaran gelombang serangan drone dan rudal Iran, yang sejauh ini menewaskan dua orang di negara tersebut, menurut otoritas setempat.
IRGC kemudian mengatakan sedikitnya dua rudal juga menargetkan pangkalan Amerika Serikat di Kuwait, menurut kantor berita Iran Fars dan Mehr.
“Pangkalan Amerika di Arifjan … dihantam oleh dua rudal yang ditembakkan unit rudal pasukan darat IRGC,” kata Garda Revolusi seperti dikutip Fars dan Mehr, merujuk pada Camp Arifjan yang terletak di selatan Kota Kuwait.
Otoritas Kuwait belum memberikan komentar mengenai laporan tersebut, namun Garda Nasional negara itu kemudian mengatakan pada Rabu bahwa delapan drone yang menargetkan wilayahnya telah berhasil ditembak jatuh.

















