DUNIA
2 menit membaca
Muslim di Türkiye, Oman, Singapura, Australia akan memulai puasa Ramadan pada hari Kamis
Sementara beberapa negara mengandalkan pengamatan bulan lokal, yang lain semakin banyak menggunakan perhitungan astronomi untuk menentukan awal bulan.
Muslim di Türkiye, Oman, Singapura, Australia akan memulai puasa Ramadan pada hari Kamis
Umat Muslim di Türkiye, Oman, Singapura, Australia akan memulai puasa Ramadan hari Kamis. / AP
14 jam yang lalu

Umat Muslim di Türkiye, Oman, Singapura, dan Australia akan memulai puasa Ramadan pada hari Kamis, setelah otoritas di keempat negara itu mengonfirmasi dimulainya bulan suci berdasarkan perhitungan astronomi.

Safi Arpagus, kepala Presidensi Urusan Agama Türkiye, mengatakan Tarawih (shalat malam khusus selama Ramadan) akan digelar pada Rabu malam dan hari pertama berpuasa akan jatuh pada Kamis.

Oman juga menegaskan bahwa umat Islam di negara itu akan mulai berpuasa pada hari Kamis. Otoritas di negara itu menyatakan bahwa Rabu akan menjadi hari terakhir Shaaban, bulan kedelapan dalam kalender lunar Islam, tanpa menyerukan rukyat (pengamatan hilal) secara publik.

Wakil Mufti Agung Kahlan bin Nabhan al-Kharousi mengatakan keputusan itu didasarkan pada prinsip-prinsip agama dan ilmiah yang telah lama berlaku.

Umat Islam di Singapura juga akan mulai berpuasa untuk bulan suci Ramadan pada 19 Februari, menurut pernyataan Majelis Agama Islam Singapura (Muis).

Mufti Nazirudin Mohd Nasir mengatakan perhitungan astronomi menunjukkan bulan baru Ramadan tidak akan terlihat saat matahari terbenam pada 17 Februari, yang berarti hari terakhir Shaaban akan jatuh pada 18 Februari dan awal Ramadan akan diamati pada 19 Februari.

Australia juga mengonfirmasi bahwa bulan puasa akan dimulai pada hari Kamis berdasarkan perhitungan astronomi, sebuah keputusan yang disetujui oleh Dewan Fatwa Australia setelah konsultasi yang dipimpin oleh Mufti Agung Ibrahim Abu Mohamad.

Ramadan adalah bulan kesembilan dalam kalender lunar Islam dan dimulai dengan terlihatnya bulan sabit.

Sementara beberapa negara bergantung pada rukyat lokal, negara lain semakin banyak menggunakan perhitungan astronomi untuk menentukan awal bulan, terutama ketika data ilmiah memastikan bahwa pengamatan visual tidak mungkin dilakukan.

SUMBER:AA
Jelajahi
Dari pelaku kejahatan seksual hingga finansier kontroversial: Apakah Epstein agen rahasia Mossad?
Vatikan tak akan bergabung dalam “Board of Peace” Trump: Diplomat Senior
Prabowo tiba di Washington, siap bahas perdagangan dan hadiri KTT BoP Gaza
Durasi waktu puasa yang dijalani umat Muslim selama bulan Ramadan
Bagaimana senjata Israel 'menghancurkan' Palestina dan mengapa itu merupakan kejahatan perang
Konsorsium Irak-UEA berencana membangun jaringan kabel data cepat senilai $700 juta
Konsesi lahan menjadi fokus dalam pembicaraan perdamaian Rusia-Ukraina di Jenewa
Serangan teroris pada pos polisi Pakistan menewaskan dua orang, termasuk seorang anak
Australia menolak pulangkan warga negaranya dari Suriah terkait dugaan hubungan dengan Daesh
Iran menyerukan agar AS bernegosiasi secara independen dari pengaruh Israel
Jepang mulai kembali uji coba operasi di pembangkit nuklir terbesar di dunia
Indonesia terima dua jet T-50i dari Korea Selatan perkuat armada TNI AU
8.000 prajurit disiapkan, Indonesia targetkan kesiapan misi Gaza pada Juni 2026
Prabowo bertolak ke Washington DC, temui Donald Trump bahas kerja sama strategis
Kasus perdata bersejarah menuntut ganti rugi dari militer Myanmar atas genosida Rohingya
Iran menunjukkan kesiapan untuk berkompromi dalam pembicaraan nuklir jika AS cabut sanksi
Jepang mengecam China atas tuduhan kebangkitan militerisme
Ledakan kembang api mematikan guncang China jelang Tahun Baru Imlek
Teheran bentuk komisi pencari fakta setelah ribuan orang tewas dalam aksi protes
Para pemimpin global berkumpul di Munich saat 'politik buldoser' menimbulkan kekhawatiran