Umat Muslim di Türkiye, Oman, Singapura, dan Australia akan memulai puasa Ramadan pada hari Kamis, setelah otoritas di keempat negara itu mengonfirmasi dimulainya bulan suci berdasarkan perhitungan astronomi.
Safi Arpagus, kepala Presidensi Urusan Agama Türkiye, mengatakan Tarawih (shalat malam khusus selama Ramadan) akan digelar pada Rabu malam dan hari pertama berpuasa akan jatuh pada Kamis.
Oman juga menegaskan bahwa umat Islam di negara itu akan mulai berpuasa pada hari Kamis. Otoritas di negara itu menyatakan bahwa Rabu akan menjadi hari terakhir Shaaban, bulan kedelapan dalam kalender lunar Islam, tanpa menyerukan rukyat (pengamatan hilal) secara publik.
Wakil Mufti Agung Kahlan bin Nabhan al-Kharousi mengatakan keputusan itu didasarkan pada prinsip-prinsip agama dan ilmiah yang telah lama berlaku.
Umat Islam di Singapura juga akan mulai berpuasa untuk bulan suci Ramadan pada 19 Februari, menurut pernyataan Majelis Agama Islam Singapura (Muis).
Mufti Nazirudin Mohd Nasir mengatakan perhitungan astronomi menunjukkan bulan baru Ramadan tidak akan terlihat saat matahari terbenam pada 17 Februari, yang berarti hari terakhir Shaaban akan jatuh pada 18 Februari dan awal Ramadan akan diamati pada 19 Februari.
Australia juga mengonfirmasi bahwa bulan puasa akan dimulai pada hari Kamis berdasarkan perhitungan astronomi, sebuah keputusan yang disetujui oleh Dewan Fatwa Australia setelah konsultasi yang dipimpin oleh Mufti Agung Ibrahim Abu Mohamad.
Ramadan adalah bulan kesembilan dalam kalender lunar Islam dan dimulai dengan terlihatnya bulan sabit.
Sementara beberapa negara bergantung pada rukyat lokal, negara lain semakin banyak menggunakan perhitungan astronomi untuk menentukan awal bulan, terutama ketika data ilmiah memastikan bahwa pengamatan visual tidak mungkin dilakukan.

















