DUNIA
2 menit membaca
Serangan teroris pada pos polisi Pakistan menewaskan dua orang, termasuk seorang anak
Ledakan mematikan di Khyber Pakhtunkhwa, wilayah barat laut Pakistan, juga merusak sejumlah toko di sekitar lokasi.
Serangan teroris pada pos polisi Pakistan menewaskan dua orang, termasuk seorang anak
Pihak berwenang Pakistan sedang menyelidiki bom yang dijatuhkan dari sepeda motor yang menghantam gerbang kantor polisi di Bannu. [Foto arsip] / Reuters
14 jam yang lalu

Bahan peledak yang dipasang pada sepeda motor meledak di dekat gerbang kantor polisi di barat laut Pakistan, menewaskan sedikitnya dua orang termasuk seorang anak, serta melukai beberapa lainnya, menurut polisi dan petugas penyelamat.

Ledakan yang terjadi pada Senin itu juga merusak toko-toko di sekitar lokasi.

Serangan berlangsung di Bannu, distrik di provinsi bergolak Khyber Pakhtunkhwa yang berbatasan dengan Afghanistan, kata pejabat kepolisian setempat Fida Mohammad.

Ia tidak memberikan rincian lebih lanjut dan hanya menyebut korban tewas dan luka telah dibawa ke rumah sakit terdekat.

Belum ada kelompok yang langsung mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, Pakistan mengalami lonjakan kekerasan, dengan pemerintah kerap menyalahkan kelompok militan Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP).

Ketegangan Pakistan-Afghanistan

Meningkatnya serangan telah memperburuk hubungan antara Islamabad dan Kabul, setelah Pakistan menuduh TTP beroperasi bebas di dalam Afghanistan. Tuduhan tersebut dibantah oleh TTP maupun pemerintah Kabul.

Pada November lalu, Pakistan disebut melakukan “serangan udara presisi” di wilayah perbatasan Afghanistan terhadap kelompok lokal terafiliasi TTP, Gul Bahadur Group, setelah berakhirnya gencatan senjata dua hari sebagai respons atas serangan mematikan terhadap pasukan Pakistan.

Pemerintahan Taliban Afghanistan terus membantah memberikan dukungan kepada kelompok tersebut.

TTP merupakan aliansi beberapa kelompok militan yang dibentuk pada 2007 dan utamanya menargetkan Pakistan.

Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2024 memperkirakan terdapat sekitar 6.000–6.500 anggota TTP di Afghanistan yang menggunakan senjata bekas milik NATO yang ditinggalkan.

TerkaitTRT Indonesia - Pakistan dan China serukan tindakan cepat terhadap kelompok teroris di Afghanistan
SUMBER:TRT World & Agencies
Jelajahi
Australia menolak pulangkan warga negaranya dari Suriah terkait dugaan hubungan dengan Daesh
Iran menyerukan agar AS bernegosiasi secara independen dari pengaruh Israel
Jepang mulai kembali uji coba operasi di pembangkit nuklir terbesar di dunia
Indonesia terima dua jet T-50i dari Korea Selatan perkuat armada TNI AU
8.000 prajurit disiapkan, Indonesia targetkan kesiapan misi Gaza pada Juni 2026
Prabowo bertolak ke Washington DC, temui Donald Trump bahas kerja sama strategis
Kasus perdata bersejarah menuntut ganti rugi dari militer Myanmar atas genosida Rohingya
Iran menunjukkan kesiapan untuk berkompromi dalam pembicaraan nuklir jika AS cabut sanksi
Jepang mengecam China atas tuduhan kebangkitan militerisme
Ledakan kembang api mematikan guncang China jelang Tahun Baru Imlek
Teheran bentuk komisi pencari fakta setelah ribuan orang tewas dalam aksi protes
Para pemimpin global berkumpul di Munich saat 'politik buldoser' menimbulkan kekhawatiran
Dari pengasingan ke kekuasaan: Tarique Rahman bersiap memimpin Bangladesh sebagai PM
AS kirim kapal induk lainnya ke Timur Tengah di tengah pembicaraan nuklir Iran
Polisi Australia akui menyeret jemaah Muslim meski telah diizinkan salat saat kunjungan Herzog
Louis Vuitton keluarkan US$595.000 untuk selesaikan kasus pencucian uang di Belanda
Saat perjanjian New START berakhir, dapatkah AS dan Rusia mencapai perjanjian senjata nuklir baru?
Harga tiket melonjak tinggi saat pasar penjualan kembali tiket Piala Dunia FIFA
Rusia akan memberikan bantuan energi kepada Kuba yang sedang mengalami krisis
Desa dievakuasi setelah puing-puing dari serangan rudal mengenai situs militer Rusia: pejabat