DUNIA
2 menit membaca
Serangan teroris pada pos polisi Pakistan menewaskan dua orang, termasuk seorang anak
Ledakan mematikan di Khyber Pakhtunkhwa, wilayah barat laut Pakistan, juga merusak sejumlah toko di sekitar lokasi.
Serangan teroris pada pos polisi Pakistan menewaskan dua orang, termasuk seorang anak
Pihak berwenang Pakistan sedang menyelidiki bom yang dijatuhkan dari sepeda motor yang menghantam gerbang kantor polisi di Bannu. [Foto arsip] / Reuters
17 Februari 2026

Bahan peledak yang dipasang pada sepeda motor meledak di dekat gerbang kantor polisi di barat laut Pakistan, menewaskan sedikitnya dua orang termasuk seorang anak, serta melukai beberapa lainnya, menurut polisi dan petugas penyelamat.

Ledakan yang terjadi pada Senin itu juga merusak toko-toko di sekitar lokasi.

Serangan berlangsung di Bannu, distrik di provinsi bergolak Khyber Pakhtunkhwa yang berbatasan dengan Afghanistan, kata pejabat kepolisian setempat Fida Mohammad.

Ia tidak memberikan rincian lebih lanjut dan hanya menyebut korban tewas dan luka telah dibawa ke rumah sakit terdekat.

Belum ada kelompok yang langsung mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, Pakistan mengalami lonjakan kekerasan, dengan pemerintah kerap menyalahkan kelompok militan Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP).

Ketegangan Pakistan-Afghanistan

Meningkatnya serangan telah memperburuk hubungan antara Islamabad dan Kabul, setelah Pakistan menuduh TTP beroperasi bebas di dalam Afghanistan. Tuduhan tersebut dibantah oleh TTP maupun pemerintah Kabul.

Pada November lalu, Pakistan disebut melakukan “serangan udara presisi” di wilayah perbatasan Afghanistan terhadap kelompok lokal terafiliasi TTP, Gul Bahadur Group, setelah berakhirnya gencatan senjata dua hari sebagai respons atas serangan mematikan terhadap pasukan Pakistan.

Pemerintahan Taliban Afghanistan terus membantah memberikan dukungan kepada kelompok tersebut.

TTP merupakan aliansi beberapa kelompok militan yang dibentuk pada 2007 dan utamanya menargetkan Pakistan.

Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2024 memperkirakan terdapat sekitar 6.000–6.500 anggota TTP di Afghanistan yang menggunakan senjata bekas milik NATO yang ditinggalkan.

TerkaitTRT Indonesia - Pakistan dan China serukan tindakan cepat terhadap kelompok teroris di Afghanistan
SUMBER:TRT World & Agencies
Jelajahi
Iran menuntut ganti rugi perang ke lima negara Arab yang berpartisipasi dalam serangan AS-Israel
Pintu diplomasi masih terbuka, AS dan Iran 'segera' kembali ke pembicaraan di Islamabad
5 jam dialog empat mata Prabowo-Putin, Indonesia siap impor minyak Rusia di tengah krisis Hormuz
Prabowo tiba di Paris, dijadwalkan bertemu Macron untuk pembicaraan strategis
Indonesia-AS teken kesepakatan utama terkait pertahanan, berfokus pada tiga pilar
Pengeboran minyak Türkiye jadi titik balik strategis bagi Somalia
Perundingan Iran di Pakistan capai “banyak kemajuan”, kata Vance
Korea Utara uji coba rudal jelajah dan anti-kapal dari kapal perusak angkatan laut
WSJ mengajukan pertanyaan tentang Iran. Tapi itu terdengar lebih seperti arogansi dan inilah alasannya.
Para pemimpin dunia desak AS dan Iran agar tidak halangi kapal-kapal lintasi Selat Hormuz
Ukraina dan Rusia memulai kembali serangan drone setelah gencatan senjata Paskah singkat berakhir
Krisis kelaparan di Sudan semakin buruk saat jutaan orang bertahan hidup dengan satu kali makan sehari
Pemimpin ASEAN serukan ketenangan saat lalu lintas kapal terhenti dan ketegangan AS-Iran memanas
Pemerintah tegaskan belum ada kesepakatan terkait akses udara militer AS di wilayah Indonesia
Prabowo dijadwalkan bertemu Putin di Moskow, pembelian minyak Rusia jadi agenda utama
Lawan terorisme 'Deepfake', Indonesia perkuat kolaborasi keamanan siber dengan Australia
Angkatan Laut Pakistan evakuasi kru asal Indonesia dari kapal yang karam di Laut Arab
Bagaimana rencana pembukaan kembali Al-Aqsa oleh Israel menggerus hukum internasional
Rusia siap memasok kelebihan gas ke Uni Eropa
AS pertimbangkan pindahkan pasukan dari beberapa negara NATO akibat kurang dukungan di perang Iran