DUNIA
2 menit membaca
Teheran bentuk komisi pencari fakta setelah ribuan orang tewas dalam aksi protes
Komisi tersebut akan mengumpulkan dokumen dan kesaksian dari lembaga-lembaga terkait untuk meneliti penyebab kerusuhan, menurut pemerintah Iran.
Teheran bentuk komisi pencari fakta setelah ribuan orang tewas dalam aksi protes
Orang-orang berjalan di Grand Bazaar Teheran di Teheran, Iran, pada 15 Januari 2026. / Reuters
16 Februari 2026

Komisi tersebut akan mengumpulkan dokumen dan kesaksian dari lembaga terkait untuk meneliti penyebab kerusuhan, menurut pemerintah Iran.

Pemerintah Iran pada Jumat mengumumkan pembentukan komisi penyelidikan untuk menelaah aksi protes terkait tingginya biaya hidup yang kemudian berkembang menjadi demonstrasi anti-pemerintah dan menewaskan ribuan orang.

“Sebuah komite pencari fakta telah dibentuk dengan perwakilan dari lembaga terkait dan saat ini tengah mengumpulkan dokumen serta mendengarkan pernyataan,” ujar juru bicara pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani kepada kantor berita lokal ISNA.

Juru bicara tersebut tidak menjelaskan apakah komisi hanya akan fokus pada tuntutan ekonomi yang memicu protes, atau juga akan menyelidiki kematian yang terjadi selama aksi demonstrasi.

“Laporan akhir akan dipublikasikan untuk informasi publik dan tindak lanjut hukum setelah proses ini selesai,” katanya.

Pada Kamis, situs resmi pemerintah memuat pernyataan Presiden Masoud Pezeshkian yang mengatakan, “Kami telah menugaskan tim untuk menyelidiki penyebab (kerusuhan),” tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Aksi protes yang dimulai pada akhir Desember sebelum meningkat tajam pada 8 Januari tersebut menewaskan lebih dari 3.000 orang, menurut angka resmi.

Otoritas Iran mengklaim bahwa sebagian besar korban merupakan aparat keamanan atau warga sipil yang tewas akibat serangan “teroris” yang bekerja untuk Israel dan Amerika Serikat.

Namun, kelompok advokasi hak asasi manusia yang berbasis di luar Iran menuduh pasukan keamanan justru menargetkan para demonstran.

Human Rights Activists News Agency (HRANA) yang berbasis di Amerika Serikat melaporkan sedikitnya 7.005 orang tewas pada puncak aksi protes.

“Kami merasa malu bahwa peristiwa yang begitu disayangkan ini telah terjadi,” kata Pezeshkian, menurut laporan yang dipublikasikan di situs resmi pemerintah.

SUMBER:AFP
Jelajahi
Ukraina menghantam depot minyak Rusia dalam serangan drone besar-besaran
Kebakaran rumah sakit di timur India tewaskan sedikitnya sepuluh pasien
Iran menyerang negara-negara Teluk, memperketat kendali atas pengiriman minyak saat kekhawatiran krisis energi meningkat
Dari berkas Epstein hingga perang Iran: Bagaimana percakapan global tiba-tiba bergeser
Israel 'melanggar hukum internasional' dengan menyerang depot bahan bakar di Tehran
Investigasi ungkap dugaan penipuan sawit Indonesia terkait pasokan biofuel ke perusahaan Eropa
Israel memanggil 450.000 tentara cadangan untuk potensi invasi darat di Lebanon
Rusia sebut pasar energi global membutuhkan minyaknya, menekan AS untuk mencabut sanksi
Perang AS-Israel dan Iran picu lonjakan tarif kargo udara global hingga 70 persen: Laporan
Trump ancam Iran usai serangan baru ke negara Teluk dan Israel
Dewan Keamanan PBB: Warisan ketidakberdayaan di tengah perang yang tak berakhir?
Pakistan luncurkan serangan udara baru di Kabul dan provinsi perbatasan Afghanistan
Serangan Israel di Beirut tewaskan dua orang sementara serangan rudal lukai 13 orang di utara Israel
Netanyahu ancam pemimpin tertinggi baru Iran, bela perang AS–Israel
AS, Rusia, dan China berselisih di Dewan Keamanan PBB terkait program nuklir Iran
Dari Armageddon ke Amalek: Bagaimana retorika keagamaan muncul kembali dalam perang Iran
FIFA menimbang opsi, Iran beri sinyal kemungkinan mundur dari Piala Dunia 2026
IEA: Perang di Timur Tengah mengakibatkan gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah
Apa dampak penggunaan fosfor putih?
Apa yang berubah di Iran setelah Mojtaba naik sebagai pemimpin tertinggi?