Pakistan dan China menyerukan langkah-langkah yang lebih 'terlihat dan dapat diverifikasi' untuk menghapus organisasi teroris yang berbasis di Afghanistan dan mencegah wilayah Afghanistan digunakan untuk aksi teror terhadap negara manapun, menurut pernyataan bersama.
Pernyataan itu dikeluarkan pada hari Senin setelah pembicaraan antara Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar dan sejawatnya dari China, Wang Yi, yang bertemu di Beijing pada 4 Desember.
Kedua negara mengatakan 'kelompok teroris yang beroperasi dari Afghanistan terus menimbulkan ancaman serius terhadap keamanan regional dan global' dan menekankan perlunya mencegah mereka menggunakan tanah Afghanistan untuk melancarkan serangan terhadap negara lain.
Tidak ada respons segera dari pemerintah Afghanistan di Kabul.
China memuji Pakistan atas apa yang disebutnya 'langkah-langkah kontraterorisme yang komprehensif' dan atas perlindungan terhadap warga China serta proyek-proyek yang terkait dengan Koridor Ekonomi China-Pakistan (CPEC), sebuah program dari Inisiatif Sabuk dan Jalan China.
Ribuan pekerja dan insinyur China terlibat dalam proyek-proyek terkait CPEC yang meliputi peningkatan jalur jalan dan rel kereta antara Wilayah Otonom Uighur Xinjiang di barat China dan pelabuhan Gwadar Pakistan di Laut Arab.
Pada 2024, lima warga China tewas ketika seorang pelaku bom mobil bunuh diri menabrakkan diri ke sebuah bus di barat laut Pakistan.
Pada Agustus, diplomat tingkat tinggi dari Pakistan, China, dan Afghanistan bertemu di Kabul dan berjanji untuk bekerja menuju perluasan CPEC ke Afghanistan, tetapi upaya itu belum menunjukkan kemajuan yang nyata.
Pakistan berulang kali menuduh penguasa Taliban Afghanistan memberi perlindungan kepada Tehrik-i-Taliban Pakistan yang dilarang, atau TTP, yang disalahkan atas serangan di dalam Pakistan yang meningkat sejak 2021.
TTP terpisah tetapi bersekutu dengan Taliban Afghanistan, yang memerintah negara itu sejak 2021 dan mengatakan tidak mengizinkan wilayahnya digunakan untuk serangan terhadap negara lain.
Ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan berlangsung sejak serangan terhadap pasukan keamanan Pakistan oleh para teroris meningkat di daerah perbatasan dengan Afghanistan.
Pada awal Oktober, Pakistan melakukan serangan udara terhadap apa yang digambarkannya sebagai tempat persembunyian Taliban Pakistan di dalam Afghanistan, menewaskan puluhan tersangka teroris.
Pasukan Afghanistan membalas dengan menyerang pos-pos militer Pakistan dan mengklaim telah membunuh 58 tentara. Pakistan mengakui kehilangan 23 personel.
Pertempuran berhenti setelah Qatar menjadi penengah gencatan senjata di ibu kotanya, Doha. Kesepakatan itu diikuti oleh pembicaraan lebih lanjut di Istanbul.


















