DUNIA
2 menit membaca
‘Kembalikan perhiasan kami’: Count of Paris kirim pesan pribadi kepada pencuri Louvre
Jean d'Orleans desak otoritas mengusut kelalaian di balik pencurian di Louvre dan memohon agar para pencuri mengembalikan perhiasan yang dulu dikenakan nenek buyutnya.
‘Kembalikan perhiasan kami’: Count of Paris kirim pesan pribadi kepada pencuri Louvre
Pangeran Paris Jean d’Orleans, Kepala Keluarga Kerajaan Prancis, berjalan melalui Kapel Kerajaan Dreux, Prancis, pada 30 Oktober 2025. / Reuters

Count of Paris, Jean d'Orleans, keturunan langsung raja-raja Prancis, menyerukan kepada para pencuri untuk mengembalikan perhiasan bersejarah yang dicuri dari Museum Louvre — termasuk tiara safir yang pernah dikenakan oleh nenek buyutnya — demi warisan Prancis dan keluarganya.

“Kembalikan perhiasan kami, masih ada waktu,” kata Jean d'Orleans kepada Reuters di kediaman kerajaan Dreux, sekitar 70 kilometer barat daya Paris.

“Ini sangat pribadi dan bermakna,” ujar pria berusia 60 tahun itu sambil membuka album foto keluarga yang memperlihatkan sang nenek buyut, Duchess of Guise, mengenakan tiara safir dan berlian asal Ceylon pada tahun 1931.

Dalam foto lain, tiara tersebut terlihat terakhir kali dikenakan oleh neneknya, Isabelle d'Orleans-Bragance, saat menghadiri pernikahan Putri Astrid dari Belgia pada 1984, sebelum akhirnya dijual ke museum oleh kakeknya setahun kemudian seharga 5 juta franc.

Pencurian senilai US$102 juta

Aksi pencurian di siang bolong itu mengejutkan Prancis dan memicu kemarahan publik atas kelalaian keamanan yang memungkinkan para pelaku membawa kabur harta nasional senilai lebih dari US$100 juta hanya dalam hitungan menit.

Peristiwa ini menjadi pencurian terbesar di Louvre sejak lukisan Mona Lisa hilang pada 1911. Polisi telah melakukan sejumlah penangkapan.

Delapan benda berharga yang dicuri berasal dari abad ke-19 dan pernah dimiliki keluarga kerajaan serta penguasa Kekaisaran Prancis.

Barang-barang itu termasuk tiara, kalung, dan satu anting dari set safir milik Ratu Marie-Amelie dan Ratu Hortense; juga tiara dan bros milik Permaisuri Eugenie; serta kalung dan anting zamrud hadiah dari Napoleon untuk Permaisuri Marie Louise saat pernikahan mereka.

Set safir tersebut pertama kali diperoleh Raja Louis-Philippe dari Ratu Hortense pada 1821, dan tetap menjadi milik keluarga Orleans selama lebih dari satu abad sebelum akhirnya dipamerkan untuk publik.

TerkaitTRT Indonesia - Museum Louvre kembali dibuka setelah perampokan perhiasan, penyelidikan semakin intensif

‘Warisan tak ternilai’

Jean d'Orleans kembali meminta para pencuri untuk mengembalikan perhiasan itu dalam kondisi utuh.

“Bagi keluarga kami, bagi rakyat Prancis, penting agar perhiasan ini kembali ke etalase Louvre,” ujarnya di ruang tamu besar yang dipenuhi potret raja-raja Prancis, termasuk Henri IV, Louis XIII, Louis XIV, dan Marie-Antoinette.

Ia juga menyarankan agar perhiasan tersebut nantinya ditempatkan di ruang pameran yang sudah direnovasi dengan sistem keamanan lebih baik.

Count of Paris mendesak pihak berwenang untuk menindak siapa pun yang terbukti lalai dalam pencurian pada 19 Oktober lalu. Ia membandingkan reaksi publik terhadap pencurian ini dengan gelombang emosi yang muncul setelah kebakaran Katedral Notre-Dame pada 2019.

“Itu warisan yang tak ternilai,” katanya. “Kita harus mendapatkannya kembali.”

SUMBER:Reuters
Jelajahi
Bandara Helsinki kembali beroperasi usai penutupan sementara akibat peringatan drone
Elon Musk melakukan perjalanan ke China bersama Trump tanpa izin hakim di tengah sidang OpenAI
Rusia bombardir Kiev dengan rudal dan drone, harapan damai kian memudar
Trump dan Xi bersiap lanjutkan pertemuan hari kedua usai peringatan soal Taiwan dan perang Iran
Xi dan Trump sepakat perkuat koordinasi saat China dorong de-eskalasi perang Iran
Perang Iran dan lonjakan energi jadi fokus pertemuan BRICS di India
Menlu Sugiono dorong BRICS agar lebih aktif jaga perdamaian dunia
Xi menolak untuk kirim senjata ke Iran selama pembicaraan di Beijing: Trump
Putaran baru pembicaraan perdamaian Israel-Lebanon dibuka di Washington: para diplomat
Dapatkah Trump dan Xi mencapai kesepakatan di dunia yang terpecah-belah?
Iran dan UEA bentrok di Pertemuan Menteri Luar Negeri BRICS di New Delhi
Xi dan Trump sepakat 'Selat Hormuz harus tetap terbuka,' ujar Gedung Putih usai KTT AS-China
Pejabat: Ibu kota Ukraina Kiev diserang besar-besaran oleh Rusia
Xi: AS dan China sepakat menjalin hubungan strategis yang 'konstruktif dan stabil'
India menghindari untuk kecam AS dan Israel dalam pertemuan BRICS
Indonesia dan Australia perkuat kerja sama keselamatan transportasi
UEA salurkan bantuan Rp3,3 miliar untuk 162 jemaah haji Indonesia
Menkeu respons kekhawatiran pengusaha China terkait kebijakan investasi Indonesia
Indonesia hadiri pertemuan Menlu BRICS di India, konflik Iran dan energi global jadi sorotan
Xi Jinping menerima kunjungan Donald Trump dalam KTT Beijing di tengah konflik Iran