IKLIM
2 menit membaca
Polusi udara memburuk akibat kabut asap Indonesia, Malaysia tutup sekolah di lima negara bagian
Wilayah terdampak meliputi Johor, Malaka, Negeri Sembilan, Selangor, Kuala Lumpur, Putrajaya, serta distrik Rompin di Pahang. Sejumlah sekolah di wilayah tersebut ditutup seluruhnya atau sebagian.
Polusi udara memburuk akibat kabut asap Indonesia, Malaysia tutup sekolah di lima negara bagian
Pada Jumat pagi, indeks polusi udara atau Air Pollutant Index (API) di Kuala Lumpur mencapai sekitar 170. / Reuters

Pemerintah Malaysia menutup sejumlah sekolah di beberapa wilayah pada Jumat (9/10) akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia yang memperburuk kualitas udara. Penutupan berlaku di lima negara bagian serta dua wilayah federal, termasuk Kuala Lumpur dan Putrajaya.

Menteri Pendidikan Malaysia Fadhlina Sidek meminta dinas pendidikan negara bagian dan kantor pendidikan distrik terus memantau kondisi udara serta segera mengambil tindakan jika situasi memburuk.

“Saya telah menginstruksikan seluruh dinas pendidikan negara bagian dan kantor pendidikan distrik untuk terus memantau situasi kabut asap serta segera mengambil tindakan apabila kondisi mengharuskannya,” kata Fadhlina.

Ia juga mengakui bahwa penutupan sekolah memengaruhi aktivitas orang tua. Pemerintah berkomitmen menyampaikan keputusan penutupan lebih awal agar keluarga memiliki waktu untuk mempersiapkan diri.

Wilayah terdampak meliputi Johor, Malaka, Negeri Sembilan, Selangor, Kuala Lumpur, Putrajaya, serta distrik Rompin di Pahang. Sejumlah sekolah di wilayah tersebut ditutup seluruhnya atau sebagian.

Pada Jumat pagi, indeks polusi udara atau Air Pollutant Index (API) di Kuala Lumpur mencapai sekitar 170. Data pemerintah menunjukkan 37 wilayah di Malaysia mencatat tingkat polusi dalam kategori tidak sehat.

Berdasarkan klasifikasi Malaysia, API 101–200 tergolong tidak sehat, 201–300 sangat tidak sehat, dan di atas 300 berbahaya. Raja Malaysia Sultan Ibrahim sebelumnya menyatakan sekolah seharusnya ditutup jika indeks mencapai 150 atau lebih. Sementara itu, angka di atas 500 menjadi ambang penetapan keadaan darurat setempat.

Pemantau kualitas udara IQAir menempatkan Kuala Lumpur sebagai kota dengan polusi udara tertinggi kedua di dunia pada Jumat, setelah Singapura.

Di Singapura, indeks kualitas udara mencapai 205 pada pukul 08.00 waktu setempat atau 00.00 GMT pada Jumat, masuk kategori sangat tidak sehat. Kabut asap telah menyelimuti negara kota tersebut selama beberapa pekan.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran menjelang Grand Prix Formula 1 Singapura pada akhir pekan. Federasi Otomotif Internasional (FIA) menyatakan kabut asap berpotensi membatasi kegiatan hiburan dan aktivitas luar ruangan, meski balapan dipastikan tidak terdampak. FIA belum menetapkan ambang kualitas udara untuk memberlakukan pembatasan tersebut.

Indonesia masih berupaya mengendalikan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah provinsi yang asapnya turut menyebar ke Malaysia dan Singapura.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan Presiden Indonesia Prabowo Subianto telah menyetujui langkah-langkah untuk menangani kabut asap. Malaysia juga siap memberikan bantuan. Anwar meminta Menteri Luar Negeri Malaysia mendorong pertemuan para menteri ASEAN untuk mengoordinasikan respons regional dan mendukung upaya Indonesia mengatasi kebakaran.

TerkaitTRT Indonesia - Malaysia dan Indonesia perkuat koordinasi atasi kabut asap lintas batas
SUMBER:TRT Indonesia