PERANG GAZA
2 menit membaca
Israel mengatakan aktivis dari kapal bantuan yang menuju Gaza berada di bandara untuk deportasi
Beberapa aktivis diperkirakan akan berangkat dalam beberapa jam ke depan, kata Kementerian Luar Negeri Israel.
Israel mengatakan aktivis dari kapal bantuan yang menuju Gaza berada di bandara untuk deportasi
Israel mengatakan aktivis dari kapal bantuan yang menuju Gaza berada di bandara untuk dideportasi./Foto: Reuters / Reuters

Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan bahwa para aktivis dari kapal bantuan kemanusiaan yang menuju Gaza dan telah dicegat oleh Israel kini telah tiba di bandara untuk proses deportasi.

Dalam sebuah pernyataan pada Selasa dini hari, kementerian tersebut menyebutkan bahwa para relawan dari kapal Madleen, yang membawa pasokan kemanusiaan penting untuk Gaza yang terkepung, telah tiba di Bandara Ben Gurion untuk meninggalkan Israel dan kembali ke negara asal mereka.

Beberapa dari mereka diperkirakan akan berangkat dalam beberapa jam ke depan, tambahnya. "Mereka yang menolak menandatangani dokumen deportasi dan meninggalkan Israel akan dibawa ke otoritas peradilan, sesuai dengan hukum Israel, untuk mengesahkan deportasi mereka."

"Konsul dari negara asal para penumpang bertemu dengan mereka di bandara," kata kementerian tersebut.

Pasukan Israel menyita kapal tersebut pada Senin pagi, mengalihkan misinya untuk mengirimkan bantuan penting ke wilayah Gaza yang terkepung.

Kapal bantuan tersebut memiliki 12 awak di dalamnya, termasuk anggota Parlemen Eropa asal Prancis-Palestina, Rima Hassan.

Sebanyak 12 orang terlibat dalam misi bantuan ini, termasuk 11 aktivis dan satu jurnalis.

Para aktivis di kapal tersebut termasuk Yasemin Acar dari Jerman, Baptiste Andre, Pascal Maurieras, Yanis Mhamdi, dan Reva Viard dari Prancis, Thiago Avila dari Brasil, Suayb Ordu dari Türkiye, Sergio Toribio dari Spanyol, Marco van Rennes dari Belanda, serta Omar Faiad, seorang jurnalis dari Al Jazeera Mubasher, juga dari Prancis.

Mantan Presiden AS Donald Trump mengomentari insiden tersebut dengan mengatakan: "Saya pikir Israel sudah memiliki cukup banyak masalah tanpa harus menculik Greta Thunberg."

SUMBER:TRT World & Agencies
Jelajahi
Paus Leo desak Israel akhiri kekerasan terhadap Palestina di Tepi Barat yang diduduki
Ketua MPR RI serukan penghentian konflik Timur Tengah dan tegaskan dukungan untuk Palestina
Indonesia kecam penolakan Israel atas peta jalan pemulihan Gaza, desak implementasi Resolusi PBB
Baznas RI dan Yordania perkuat bantuan kesehatan bagi warga Palestina
Indonesia, Türkiye dan negara muslim kecam serangan Israel di Gaza, desak patuhi hukum internasional
Indonesia, negara Muslim gelar pertemuan di Yordania perkuat dukungan bagi Yerusalem dan Palestina
Indonesia kecam serangan Israel di Gaza, desak penghentian operasi militer
Indonesia kecam eskalasi kekerasan di Tepi Barat, desak dialog diplomasi
Relawan Indonesia laporkan Netanyahu ke Kejagung atas dugaan kejahatan kemanusiaan armada Gaza
Gembala-gembala Palestina kehilangan tanah seiring pemukiman Israel meluas
Penduduk Israel ilegal menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa, meneriakkan slogan-slogan provokatif
AS luncurkan serangan baru terhadap Iran saat Trump mengatakan kesepakatan masih 'mungkin' tercapai
Palestina desak PBB bertindak terkait penahanan Direktur RS Gaza Dr Hussam Abu Safiya
Israel teken kesepakatan US$2,3 miliar untuk perluas permukiman ilegal di Tepi Barat
Israel kembali membunuh 8 warga Palestina di Gaza, termasuk anak berusia 9 tahun bernama Tala
Juru bicara Hamas Hazem Qassem dilaporkan selamat dari upaya pembunuhan oleh Israel
Apa yang akan terjadi selanjutnya saat Hamas menyerahkan administrasi Gaza ke panel yang didukung PBB?
5 hal yang perlu diketahui tentang pembubaran pemerintah Gaza
Tiga anak termasuk dalam 10 warga Palestina yang tewas akibat serangan Israel di Gaza
Bagaimana sebuah kasus pengadilan dapat menghentikan aliran dana negara bagian AS ke kas perang Israel