Sebuah ledakan gas mengguncang sebuah gedung apartemen di Karachi, kota pelabuhan terbesar di Pakistan, pada Kamis (19/2), menewaskan setidaknya 16 orang, termasuk wanita dan anak-anak, serta melukai beberapa lainnya setelah bagian dari struktur runtuh, kata para pejabat.
Ledakan terjadi di sebuah kawasan hunian di Karachi, ibu kota provinsi Sindh, kata kepala polisi setempat Rizwan Patel.
Lebih dari selusin orang terluka dalam insiden di lingkungan Soldier Bazaar di Karachi sekitar pukul 04.00, ketika keluarga Muslim mulai menyiapkan sahur (sehri), makanan sebelum fajar yang dimakan selama Ramadan.
Tim penyelamat masih terus menyingkirkan puing-puing untuk mencari kemungkinan korban yang terjebak di bawah reruntuhan, tambah Patel.
Ia tidak memberikan rincian lebih lanjut tetapi mengatakan operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung.
Sebagian besar rumah dan gedung apartemen di Karachi, seperti di bagian lain Pakistan, mendapat pasokan gas alam untuk memasak.
Namun, banyak rumah tangga juga mengandalkan tabung gas elpiji (LPG) karena tekanan gas alam yang rendah.
Pada bulan Juli, ledakan gas yang terjadi setelah resepsi pernikahan di sebuah rumah di ibu kota Pakistan, Islamabad, menewaskan delapan orang, termasuk pengantin pria dan pengantin wanita.
Ledakan terjadi saat para tamu berkumpul untuk merayakan pasangan itu, kata pihak berwenang.













