POLITIK
2 menit membaca
Iran berjanji tidak campur tangan dalam urusan internal Lebanon
Presiden Lebanon mengatakan negaranya siap dan terbuka untuk memperkuat hubungan bilateral dengan Iran.
Iran berjanji tidak campur tangan dalam urusan internal Lebanon
Menlu Iran Araghchi, tengah, bertemu PM Lebanon Nawaf Salam di Beirut, 3 Juni 2025. / AP
4 Juni 2025

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan kembali komitmen Teheran untuk tidak campur tangan dalam urusan internal Lebanon saat ia tiba di Beirut dalam kunjungan resmi kenegaraan.

"Dalam kebijakan luar negeri Republik Islam Iran, kami memprioritaskan negara-negara tetangga dan mitra-mitra di kawasan," kata Araghchi kepada wartawan setibanya di Bandara Internasional Rafik Hariri pada hari Selasa.

"Hubungan kami dengan Lebanon bersifat historis, berakar dalam, dan selalu bersahabat berdasarkan saling menghormati," tambahnya.

Diplomat senior Iran tersebut menegaskan dukungan Iran yang berkelanjutan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon.

"Kami negara bersahabat mendukung mitra kami di Lebanon, tetapi ini tidak berarti campur tangan dalam urusan internal Lebanon. Dan, tidak ada negara yang memiliki hak untuk campur tangan dalam urusan negara lain di kawasan ini," ujar Araghchi.

Berbicara dalam pertemuan dengan Presiden Lebanon, Joseph Aoun, Araghchi kembali menegaskan dukungan Iran terhadap kemerdekaan, kedaulatan, dan integritas wilayah Lebanon, serta upaya Lebanon untuk mengakhiri pendudukan Israel, menurut laporan kantor berita negara Lebanon, NNA.

"Hubungan Baik"

Ia menyatakan bahwa dukungan Iran untuk Lebanon "berada dalam kerangka hubungan baik antara kedua negara dan prinsip tidak campur tangan dalam politik internal."

Sementara itu, Aoun mengatakan bahwa Lebanon berharap dapat memperkuat hubungan bilateral dengan Iran.

"Dialog adalah pintu gerbang untuk menyelesaikan semua masalah yang menjadi perdebatan antarnegara," katanya. "Dialog harus didasarkan pada penolakan terhadap kekerasan dan eskalasi."

Aoun menambahkan bahwa membangun kembali Lebanon setelah perang Israel adalah prioritas utama, "dalam kerja sama dengan negara-negara sahabat sesuai dengan hukum yang berlaku."

Araghchi juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri Lebanon, Youssef Raggi, untuk membahas hubungan bilateral dan perkembangan regional, menurut kantor menteri Lebanon.

Raggi menyebut diskusi tersebut "terbuka dan langsung," dengan mengatakan bahwa Lebanon terus melakukan upaya diplomatik "untuk membebaskan wilayah yang diduduki Israel, menghentikan pelanggaran Israel yang sedang berlangsung, dan menegaskan kembali otoritas penuh negara secara nasional, termasuk kontrol eksklusif atas senjata oleh negara."

Ia juga menekankan bahwa Beirut mengandalkan komitmen Iran terhadap "keamanan, stabilitas, dan perdamaian sipil Lebanon."

Menteri Iran tersebut dijadwalkan bertemu dengan Ketua Parlemen Nabih Berri dan Perdana Menteri Nawaf Salam selama kunjungannya ke Lebanon.

TerkaitTRT Global - Trump mengatakan Iran dekat dengan kesepakatan nuklir tetapi masih terlalu banyak hambatan

SUMBER:TRT World & Agencies
Jelajahi
AS telah menculik Maduro, tetapi harapan minyaknya di Venezuela tidak akan mudah terwujud, kata para ahli
Di tengah badai: Taruhan besar bank sentral AS saat penyelidikan pidana bergulir
Partai pro-militer Myanmar klaim mayoritas dalam pemilihan umum yang didukung oleh junta
Ketua The Fed Powell terancam dakwaan pidana dari pemerintahan Trump
Trump 'segera berlakukan' tarif 25 persen pada negara yang berdagang dengan Iran
Surat Mamdani ke aktivis India ungkap pemerintah Modi pakai UU anti-teror melawan Muslim
Apakah keputusan Trump keluar dari PBB merusak citra AS sebagai pembela hukum internasional?
Apa yang ingin AS dapatkan dari Venezuela pasca-Maduro?
EKSKLUSIF: Pengacara Maduro, Bruce Fein, mengatakan serangan AS menculik pemimpin Venezuela adalah tindakan yang tidak konstitusional
Setahun berada di ambang batas, dapatkah jabat tangan simbolis meredakan ketegangan India-Pakistan?
Meski diculik, sidang di AS tetap berjalan; Maduro bisa klaim ‘kekebalan kepala negara’
Ketika dunia berubah menjadi 'pasar diplomatik', siapakah yang akan berbicara untuk mereka yang tak bersuara di tahun 2026?
Uni Eropa menolak untuk mengakui presiden sementara Venezuela
Chevron terus mengirimkan minyak Venezuela, tetapi hentikan pemuatan untuk pembeli China
Apakah serangan AS terhadap Venezuela menandakan kebangkitan tatanan imperial baru?
Yemen, UEA, dan bahaya permainan kekuasaan di kawasan yang rawan
China sebut tak bisa terima negara bertindak sebagai “hakim dunia” usai penculikan Maduro oleh AS
Zohran Mamdani resmi dilantik sebagai wali kota New York dalam upacara bersejarah
Bulgaria resmi adopsi euro di tengah ketidakpastian politik dan gelombang protes
Junta Myanmar menuduh pemberontak melakukan serangan 'berbahaya' yang melukai warga sipil