DUNIA
2 menit membaca
Beijing meminta Uni Eropa untuk mundur dalam sengketa Laut China Selatan
Uni Eropa tidak menjadi pihak dalam sengketa Laut China Selatan dan tidak memiliki hak untuk campur tangan dalam perbedaan di Laut China Selatan, kata kedutaan besar China di Filipina.
Beijing meminta Uni Eropa untuk mundur dalam sengketa Laut China Selatan
China juga memperingatkan Manila agar tidak "berkhayal" tentang bantuan asing dalam sengketa laut. / Foto: Reuters

Kedutaan Besar China di Filipina pada hari Kamis mendesak Uni Eropa untuk berhenti "memprovokasi masalah" di Laut China Selatan, serta menyarankan Manila agar tidak "berkhayal" mengandalkan kekuatan luar untuk menyelesaikan perselisihan di wilayah perairan tersebut.

Seorang juru bicara kedutaan menyampaikan pernyataan ini setelah Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mengunjungi ibu kota Filipina dan menyatakan keprihatinan atas aktivitas China di jalur perairan yang sibuk tersebut, di mana klaim China tumpang tindih dengan beberapa negara Asia Tenggara.

"Uni Eropa bukanlah sebuah pihak dalam perselisihan Laut China Selatan dan tidak memiliki hak untuk campur tangan dalam perbedaan antara China dan Filipina di Laut China Selatan," kata juru bicara tersebut dalam sebuah pernyataan di situs web kedutaan.

"Kami mendesak Uni Eropa untuk benar-benar menghormati kedaulatan teritorial dan hak serta kepentingan maritim China di Laut China Selatan, serta berhenti memprovokasi masalah," tambah juru bicara itu.

TerkaitTRT Global - Filipina tolak klaim 'kedaulatan' media China atas persengketaan wilayah terumbu karang

Kedutaan Besar Filipina di Beijing belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar melalui email.

Uni Eropa dan Filipina telah menyatakan keprihatinan atas "tindakan ilegal, koersif, agresif, dan menipu" China terhadap kapal dan pesawat Filipina yang melakukan operasi maritim yang sah di Laut China Selatan, menurut pernyataan bersama setelah Kallas bertemu dengan Menteri Luar Negeri Filipina awal pekan ini.

China mengklaim kedaulatan atas hampir seluruh Laut China Selatan, termasuk bagian dari zona ekonomi eksklusif negara-negara Asia tenggara termasuk Brunei, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Vietnam.

SUMBER:Reuters
Jelajahi
Indonesia-Arab Saudi sepakati kerja sama investasi strategis melalui penanaman modal
Kedubes Iran respon pernyataan Prabowo, tegaskan program nuklirnya untuk tujuan damai
Menhan RI dan Thailand perkuat kerja sama pertahanan, sepakati latihan pasukan khusus
Peluang besar UMKM lokal, Kemenhaj bidik pasar rantai pasok haji di Arab Saudi
Kemenlu AS akan tutup konsulat di Medan dan 4 negara lain
Indonesia–Thailand perkuat kemitraan strategis, fokus ekonomi dan stabilitas ASEAN
Indonesia dan Australia perkuat kerja sama maritim lewat Cassowary Exercise 2026
Indonesia dorong resiliensi ASEAN hadapi ancaman bencana dan krisis
ASEAN mempercepat negosiasi CoC dengan China Laut di tengah ketegangan Selat Hormuz
Indonesia dan Jepang bahas perluasan peluang kerja serta pengembangan SDM terampil
Perkuat akses ke Amerika Selatan, Indonesia dan Peru sepakat percepat perundingan CEPA
Perkuat pertahanan udara Indo-Pasifik, TNI AU dan PACAF gelar A2AT ke-18 di Hawaii
KBRI Tokyo imbau WNI tetap waspada setelah gempa M7,1 di Kumamoto
World Para Athletics Grand Prix 2026: Tim Para Atletik Indonesia raih 16 medali
Pemerintah pantau kepulangan ABK Indonesia terdampak serangan rudal di Selat Hormuz
Indonesia perkuat koordinasi antar lembaga untuk ekspor mineral tanah jarang
Menlu RI dan Kanada sepati peluang baru perluas kemitraan strategis
Indonesia dorong DK PBB utamakan pencegahan konflik untuk jaga perdamaian global
Indonesia dan AS perkuat kerja sama zeni untuk tingkatkan ketahanan bencana
Korea Utara kritik peran AS di ASEAN, tegaskan dukungan pada stabilitas kawasan