Kerumunan yang sangat padat pecah dalam desak-desakan saat warga merayakan kemenangan tim kriket lokal mereka di kota Bengaluru, India, yang menyebabkan beberapa korban jiwa, menurut laporan media setempat pada Rabu.
AFP belum dapat memastikan jumlah korban tewas secara resmi, namun stasiun televisi India NDTV melaporkan setidaknya 11 orang meninggal dunia. Sementara koran The Times of India menyebutkan tujuh orang tewas.
Seorang fotografer AFP menyaksikan kerumunan yang sangat padat, di mana lautan manusia memenuhi jalan-jalan.
Siaran televisi menayangkan gambar polisi yang menggendong anak-anak kecil, bergegas menjauh dari kerumunan yang tampaknya banyak yang pingsan.
Seorang pria muda yang tidak terawasi duduk di dalam ambulans, tampak kesulitan bernapas.
Wakil Kepala Menteri negara bagian Karnataka, DK Shivakumar, mengatakan bahwa dia belum bisa memastikan jumlah korban jiwa.
"Ini adalah kerumunan yang tidak bisa dikendalikan," ujarnya kepada wartawan. "Polisi mengalami kesulitan besar."
"Saya mohon maaf kepada masyarakat Karnataka dan Bengaluru," lanjutnya. "Kami bermaksud mengadakan pawai, tapi kerumunan sangat sulit dikendalikan... jumlahnya terlalu banyak."
Para penggemar kriket berkumpul untuk merayakan dan menyambut pulang para pahlawan mereka, Royal Challengers Bengaluru, setelah mereka mengalahkan Punjab Kings dalam final Indian Premier League yang penuh drama pada Selasa malam.
Seorang jurnalis AFP melaporkan tim Bengaluru telah tiba di stadion kriket kota tersebut, di mana perayaan sebelumnya sudah direncanakan.









