DUNIA
2 menit membaca
Tragedi desak-desakan mematikan di luar stadion kriket Bengaluru, India
Media India melaporkan sedikitnya 11 orang meninggal dunia.
Tragedi desak-desakan mematikan di luar stadion kriket Bengaluru, India
Penggemar RCB tewas dalam kericuhan di stadion Bengaluru usai kemenangan bersejarah IPL. / AFP

Kerumunan yang sangat padat pecah dalam desak-desakan saat warga merayakan kemenangan tim kriket lokal mereka di kota Bengaluru, India, yang menyebabkan beberapa korban jiwa, menurut laporan media setempat pada Rabu.

AFP belum dapat memastikan jumlah korban tewas secara resmi, namun stasiun televisi India NDTV melaporkan setidaknya 11 orang meninggal dunia. Sementara koran The Times of India menyebutkan tujuh orang tewas.

Seorang fotografer AFP menyaksikan kerumunan yang sangat padat, di mana lautan manusia memenuhi jalan-jalan.

Siaran televisi menayangkan gambar polisi yang menggendong anak-anak kecil, bergegas menjauh dari kerumunan yang tampaknya banyak yang pingsan.

Seorang pria muda yang tidak terawasi duduk di dalam ambulans, tampak kesulitan bernapas.

Wakil Kepala Menteri negara bagian Karnataka, DK Shivakumar, mengatakan bahwa dia belum bisa memastikan jumlah korban jiwa.

"Ini adalah kerumunan yang tidak bisa dikendalikan," ujarnya kepada wartawan. "Polisi mengalami kesulitan besar."

"Saya mohon maaf kepada masyarakat Karnataka dan Bengaluru," lanjutnya. "Kami bermaksud mengadakan pawai, tapi kerumunan sangat sulit dikendalikan... jumlahnya terlalu banyak."

Para penggemar kriket berkumpul untuk merayakan dan menyambut pulang para pahlawan mereka, Royal Challengers Bengaluru, setelah mereka mengalahkan Punjab Kings dalam final Indian Premier League yang penuh drama pada Selasa malam.

Seorang jurnalis AFP melaporkan tim Bengaluru telah tiba di stadion kriket kota tersebut, di mana perayaan sebelumnya sudah direncanakan.

SUMBER:TRT World and Agencies
Jelajahi
Indonesia dorong BRICS perkuat perdagangan dan akses pasar bagi UMKM
KSAU Indonesia dan Australia terbang formasi di Pitch Black 2026
Indonesia tegaskan hukum laut tetap berlaku saat perang
Berbeda dengan UEFA, Indonesia dukung Infantino lanjutkan kepemimpinan FIFA
Kebakaran Gunung Bromo meluas hingga 120 hektare, angin kencang picu titik api baru
Indonesia-Arab Saudi sepakati kerja sama investasi strategis melalui penanaman modal
Kedubes Iran respon pernyataan Prabowo, tegaskan program nuklirnya untuk tujuan damai
Menhan RI dan Thailand perkuat kerja sama pertahanan, sepakati latihan pasukan khusus
Peluang besar UMKM lokal, Kemenhaj bidik pasar rantai pasok haji di Arab Saudi
Kemenlu AS akan tutup konsulat di Medan dan 4 negara lain
Indonesia–Thailand perkuat kemitraan strategis, fokus ekonomi dan stabilitas ASEAN
Indonesia dan Australia perkuat kerja sama maritim lewat Cassowary Exercise 2026
Indonesia dorong resiliensi ASEAN hadapi ancaman bencana dan krisis
ASEAN mempercepat negosiasi CoC dengan China Laut di tengah ketegangan Selat Hormuz
Indonesia dan Jepang bahas perluasan peluang kerja serta pengembangan SDM terampil
Perkuat akses ke Amerika Selatan, Indonesia dan Peru sepakat percepat perundingan CEPA
Perkuat pertahanan udara Indo-Pasifik, TNI AU dan PACAF gelar A2AT ke-18 di Hawaii
KBRI Tokyo imbau WNI tetap waspada setelah gempa M7,1 di Kumamoto
World Para Athletics Grand Prix 2026: Tim Para Atletik Indonesia raih 16 medali
Pemerintah pantau kepulangan ABK Indonesia terdampak serangan rudal di Selat Hormuz