Pemerintah Malaysia pada Jumat mengumumkan telah membuka kembali akses ke chatbot Grok, setelah layanan berbasis kecerdasan buatan tersebut sempat diblokir hampir dua pekan akibat kekhawatiran terhadap konten deepfake bermuatan seksual, lapor Reuters.
Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) sebelumnya menangguhkan layanan Grok di platform X dan xAI pada 11 Januari, serta menunjuk firma hukum untuk memulai langkah hukum. Namun, dalam pernyataan terbarunya, MCMC menyebut pembatasan sementara tersebut resmi dicabut per hari ini.
Pencabutan blokir dilakukan setelah adanya konfirmasi penerapan langkah pencegahan dan pengamanan tambahan oleh pihak platform. Meski demikian, MCMC tidak merinci secara spesifik bentuk pengamanan yang telah diterapkan.
MCMC juga menyampaikan bahwa pejabat Malaysia dan perwakilan X telah menggelar pertemuan pada Rabu lalu untuk meminta klarifikasi serta komitmen terkait langkah pencegahan dan kepatuhan platform terhadap hukum Malaysia. Otoritas menyatakan penerapan pengamanan tersebut akan terus dipantau.
Sebelumnya, Malaysia sempat mengancam akan mengambil langkah hukum terhadap X dan xAI jika tidak segera bertindak. Kekhawatiran muncul setelah para peneliti mengungkap Grok menghasilkan sekitar tiga juta gambar seksual perempuan dan anak-anak hanya dalam hitungan hari, yang memicu kecaman global.
Menanggapi gelombang kritik internasional, X pekan lalu mengumumkan akan membatasi pembuatan gambar orang dengan busana minim, seperti bikini dan pakaian dalam, di wilayah hukum yang melarang konten tersebut.














