Advokat Khusus Sekjen PBB Ratu Maxima tiba di Indonesia pada hari Senin dan mendarat di Bandara Internasional Soekarno–Hatta untuk menjalankan agenda resmi sebagai United Nations Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) for Financial Health.
Ratu Maxima disambut Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, bersama Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen. Kehadirannya juga mendapat penghormatan barisan pasukan kehormatan, menandai dimulainya rangkaian kunjungan kerja pada 24–27 November 2025.
Sebagai penasihat khusus Sekjen PBB untuk kesehatan keuangan, Ratu Maxima akan mengikuti serangkaian pertemuan tingkat tinggi yang berfokus pada inklusi keuangan, kesehatan finansial masyarakat, serta penguatan layanan keuangan digital yang aman.
Ia dijadwalkan berdialog dengan kementerian terkait, lembaga keuangan nasional, pelaku usaha, dan masyarakat pengguna layanan keuangan. Presiden Prabowo Subianto juga dijadwalkan menerima Ratu Maxima di Istana Kepresidenan Jakarta untuk membahas perluasan kerja sama Indonesia–PBB di sektor keuangan.
Pertemuan multilateral
Pada Selasa ia dijadwalkan mengunjungi sebuah pabrik garmen yang menjadi bagian dari program Reimagining Industries to Support Equality (RISE). Inisiatif ini menggandeng sejumlah merek global untuk meningkatkan kesehatan finansial para pekerja industri garmen dan alas kaki.
Ratu Maxima juga akan menghadiri diskusi dengan organisasi pembangunan di kantor PBB Jakarta. Agenda kemudian berlanjut ke International Finance Corporation (IFC)–anggota Kelompok Bank Dunia–yang akan memaparkan pengembangan fasilitas pembiayaan untuk meningkatkan kesehatan finansial masyarakat.
Rangkaian kegiatan penutup melalui National Financial Health Event yang diadakan OJK pada hari Kamis. Ratu Maxima akan terlibat dalam dialog mengenai pencegahan kejahatan keuangan dan pemanfaatan layanan keuangan secara aman.
Selama empat hari kunjungannya, kehadiran Ratu Maxima diharapkan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang aktif mendorong transformasi inklusi keuangan digital, juga mendukung program pemerintah untuk memperluas layanan keuangan yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.










