DUNIA
2 menit membaca
Indonesia tegaskan komitmen perluas akses keadilan perempuan dan anak di Forum PBB
Indonesia telah melakukan berbagai reformasi hukum dan kelembagaan, termasuk pengesahan UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual, penguatan kelembagaan perlindungan perempuan dan anak, serta penerapan penganggaran responsif gender hingga tingkat daerah.
Indonesia tegaskan komitmen perluas akses keadilan perempuan dan anak di Forum PBB
Pertemuan Asia-Pasifik ini merupakan bagian dari persiapan CSW ke-70 yang akan berlangsung pada 9–19 Maret 2026 di Markas Besar PBB. / Dok. KemenPPPA
4 jam yang lalu

Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk memperluas akses keadilan yang inklusif serta menghapus diskriminasi terhadap perempuan dan anak, menjelang Sidang ke-70 Commission on the Status of Women (CSW) yang akan digelar di New York pada Maret 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Dewa Ayu Laksmiyati, Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, Pemberdayaan Masyarakat, dan Pemerintah Daerah di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dalam pertemuan persiapan regional Asia-Pasifik yang diselenggarakan secara hibrida oleh UNESCAP dan UN Women Asia-Pacific.

“Indonesia menegaskan peran sentral kerangka hukum yang kuat, inklusif, dan berbasis hak dalam mendorong perlindungan serta kesetaraan akses terhadap keadilan,” ujar Laksmiyati dalam pertemuan yang berlangsung di Jakarta pada Senin.

Dalam forum tersebut, Indonesia menyoroti bahwa prinsip-prinsip hak asasi manusia internasional, khususnya Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (CEDAW), telah dijadikan ke dalam regulasi nasional dan kebijakan yang responsif gender.

Pemerintah Indonesia telah membangun Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) di berbagai wilayah, memperkuat layanan pengaduan nasional SAPA 129, serta mengembangkan aplikasi Sistem Informasi Yankomas HAM (SIMASHAM). 

Indonesia menegaskan komitmen berkelanjutan untuk merevisi dan mencabut regulasi yang diskriminatif terhadap perempuan dan anak. Upaya ini ada dalam Konstitusi Indonesia, Visi Indonesia 2045, Undang-Undang Hak Asasi Manusia, serta Strategi Nasional Pengarusutamaan Gender dan evaluasi peraturan daerah diskriminatif sejak 2022.

Indonesia telah melakukan berbagai reformasi hukum dan kelembagaan, termasuk pengesahan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, penguatan kelembagaan perlindungan perempuan dan anak, serta penerapan penganggaran responsif gender hingga tingkat daerah.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia perkuat kerja sama internasional hadapi kekerasan anak di ruang digital
SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Türkiye tingkatkan diplomasi saat kebuntuan AS–Iran mengancam perdamaian kawasan
Pemerintah tambah impor sapi perah dari Australia untuk dorong produksi susu nasional
Iran mengirimkan sinyal diplomasi diam-diam dengan AS saat ketegangan di laut memanas
Jepang mengambil endapan tanah jarang laut untuk mengurangi ketergantungan pada China
Indonesia tingkatkan kewaspadaan ancaman virus Nipah dari migrasi burung dan kelelawar
Ketegangan AS-Iran: Bubuk bom waktu di Timur Tengah tampaknya akan meledak lagi
Khamenei Iran memperingatkan kemungkinan perang regional jika AS menyerang
Mesir resmi blokir Roblox, sebut berisiko bagi anak-anak
Sorakan penonton iringi teriakan ‘ICE out’ Bad Bunny di Grammy
Campak picu lockdown di pusat penahanan imigrasi ICE Texas
Israel ingin AS serang Iran, namun Trump lebih memilih diplomasi yang keras: laporan
Dirilisnya sebagian Epstein File memicu reaksi keras di berbagai politik AS
Mahkamah Agung Panama menyatakan konsesi pelabuhan kanal perusahaan terkait China inkonstitusional
Tekanan perdagangan era Trump telah membuat kekuatan Barat beralih ke arah China
Trump mengatakan akan umumkan nominasi ketua Federal Reserve pada Jumat pagi
Uni Eropa akan perketat migrasi, deportasi yang lebih ketat dan pembatasan visa
AS kirim kapal perang lain ke Timur Tengah di tengah ketegangan dengan Iran
Penjelasan: Skenario-skenario potensial jika AS menyerang Iran
Iran: Trump mungkin memulai perang tetapi ia tidak dapat mengendalikan 'bagaimana akhirnya'
Utang RI ke AS Rp588 miliar dikonversi jadi dana konservasi terumbu karang