ASIA
2 menit membaca
Danantara kurangi penambahan modal untuk Garuda Indonesia jadi $1,4 miliar
Penambahan modal dari Danantara diharapkan dapat memperkuat likuiditas, menjaga stabilitas operasional, serta meningkatkan daya saing maskapai di tengah proses pemulihan industri penerbangan.
Danantara kurangi penambahan modal untuk Garuda Indonesia jadi $1,4 miliar
Pesawat Garuda Indonesia terlihat di landasan parkir Terminal 3, Bandara Internasional Soekarno-Hatta. / Arsip Reuters

Maskapai nasional Garuda Indonesia akan menerima penambahan modal senilai sekitar $1,4 miliar (Rp23,67 triliun) dari Danantara Asset Management, unit pengelola aset milik sovereign wealth fund, Danantara Indonesia, atau lebih rendah sekitar $400 juta dari rencana awal.

Penyesuaian nilai investasi ini diumumkan Garuda dalam keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada hari Selasa, sebagai bagian dari strategi restrukturisasi keuangan perusahaan.

Penambahan modal tersebut akan dilakukan melalui private placement, dengan penerbitan 315,61 miliar saham Seri D bernilai nominal Rp75 per lembar, yang seluruhnya akan diambil oleh Danantara.

Manajemen Garuda menyebutkan, dana yang diperoleh akan dialokasikan untuk pemeliharaan armada dan penambahan modal kerja bagi Citilink, anak usaha Garuda yang beroperasi sebagai maskapai berbiaya rendah.

Sebelumnya, Garuda mengumumkan bahwa Danantara akan menyiapkan penambahan modal senilai $1,8 miliar, yang terdiri atas dana segar dan konversi pinjaman menjadi saham. Namun, nilai tersebut kini diturunkan menjadi sekitar $1,43 miliar, atau sekitar Rp23,7 triliun, mengikuti revisi alokasi penggunaan dana.

Sebagian dari investasi tersebut mencakup konversi pinjaman pemegang saham senilai $405 juta berdasarkan perjanjian tertanggal 24 Juni 2025. Mekanisme konversi ini akan menambah kepemilikan Danantara atas saham baru Garuda setelah proses private placement selesai.

Pengurangan nilai investasi ini dikaitkan dengan evaluasi portofolio Danantara terhadap sejumlah perusahaan pelat merah di berbagai sektor. Lembaga tersebut kini menyeimbangkan strategi antara penyertaan modal langsung dan efisiensi operasional agar investasi tetap berkelanjutan.

Penambahan modal dari Danantara diharapkan dapat memperkuat likuiditas, menjaga stabilitas operasional, serta meningkatkan daya saing maskapai di tengah proses pemulihan industri penerbangan.

TerkaitTRT Indonesia - Danantara akan menggunakan $10 miliar dalam tiga bulan pertama, targetkan ekspansi global, kata CIO
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi
Jelajahi
Kebakaran KMP Putri Yasmin, satu orang meninggal dan 106 dievakuasi
Rupiah melemah di tengah kenaikan harga minyak dan geopolitik Timur Tengah
Eks Menag Yaqut didakwa rugikan negara Rp622 miliar dalam kasus kuota haji
KPK tahan 4 tersangka dugaan korupsi iklan Bank BJB, rugikan negara Rp223,6 miliar
Indonesia finalisasi kontrak tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026
Ratusan senjata api dan narkoba ditemukan di sekolah, Menteri PPPA minta hak siswa tetap dilindungi
Prabowo terima laporan B50, dorong reformasi BUMN untuk ketahanan energi nasional
Destry Damayanti jadi kandidat tunggal gubernur BI, pasar soroti arah kebijakan Prabowo
Mobil Drag Race tabrak penonton di Kotamobagu, 8 tewas dan 9 terluka
BNN bersama tim gabungan gagalkan penyelundupan 1,3 ton ketamin senilai Rp4,55 triliun di Kepri
ASEAN peringati hari jadi ke-59 , Indonesia dorong persatuan dan lindungi kepentingan rakyat
OJK catat aset industri keuangan syariah tembus Rp3.131 triliun pada 2025
BGN investigasi dapur MBG di Jayapura setelah 527 orang diduga keracunan makanan
Petani karet Indonesia ramai-ramai beralih ke kelapa sawit akibat anjloknya harga
Destry Damayanti jadi calon kuat gubernur BI gantikan Perry Warjiyo
Bahlil dorong peningkatan produksi migas Aceh, sebut Andaman jadi prioritas strategis
Restrukturisasi Whoosh: Indonesia ambil alih kendali usai amankan mayoritas saham KCIC dari China
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen didorong investasi dan belanja negara
BPS catat pengangguran turun jadi 7,22 juta orang, rata-rata gaji 3,3jt rupiah
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen pada triwulan II 2026