DUNIA
2 menit membaca
Prabowo di WEF Davos: Indonesia pilih perdamaian, tekankan pendidikan dan pengentasan kemiskinan
Presiden Prabowo di WEF Davos 2026 dalam pidatonya menegaskan Indonesia memilih perdamaian daripada kekacauan. Ia juga menekankan kebijakan ekonomi dalam pendidikan dan pengentasan kemiskinan
Prabowo di WEF Davos: Indonesia pilih perdamaian, tekankan pendidikan dan pengentasan kemiskinan
Presiden Prabowo menyampaikan pidato kunci di Annual Meeting World Economic Forum (WEF) 2026, Kamis (22/01/2026). / AP
23 Januari 2026

Presiden Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pilihan Indonesia untuk mengutamakan perdamaian dan stabilitas global di atas kekacauan, seraya memaparkan agenda pembangunan yang berfokus pada pendidikan, pengentasan kemiskinan, dan pertumbuhan berkeadilan dalam pidato kunci di Annual Meeting World Economic Forum (WEF) 2026, Kamis (22/01) waktu setempat.

Berbicara di Congress Hall di hadapan para kepala negara, pemimpin bisnis, investor global, akademisi, dan ekonom terkemuka dunia, Prabowo menekankan bahwa sikap tersebut menjadi fondasi arah kebijakan luar negeri dan pembangunan nasional Indonesia. 

“Jika Anda ingin mengambil satu hal dari pidato saya hari ini, inilah pesannya: Indonesia memilih perdamaian daripada kekacauan,” ujar Prabowo saat pidato dalam forum tersebut. “Kami ingin menjadi sahabat bagi semua, musuh bagi tidak satu pun. Seribu sahabat terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak.”

Ia menegaskan komitmen untuk melindungi lingkungan dan hidup berdampingan dengan alam. “Kita tidak boleh merusak alam. Kita harus menjadi bagian dari masa depan yang penuh harapan,” katanya.

TerkaitTRT Indonesia - Jelang pidato Prabowo, Indonesia bidik investasi hijau di WEF Davos 2026

Prabowo mengaitkan pesan perdamaian itu dengan agenda domestik yang ia sebut bertumpu pada tata kelola kebijakan publik yang kredibel dan pertumbuhan berkelanjutan yang inklusif.

Di bidang sosial, Presiden menyoroti kemajuan Indonesia dalam menurunkan kemiskinan ekstrem ke level terendah dalam sejarah. Ia menegaskan target ambisius pemerintahannya ke depan. 

“Saya bertekad dalam empat tahun ke depan kita akan menghapus kemiskinan ekstrem dan menurunkan kemiskinan secara keseluruhan. Itu adalah misi hidup saya,” kata Prabowo.

Pendidikan menjadi salah satu highlight utama dalam pidato Presiden RI tersebut. Prabowo menyinggung program pembangunan dan renovasi sekolah di berbagai daerah, seraya memperingatkan bahwa ketertinggalan pendidikan berisiko membawa negara menuju kegagalan. 

Masih berkaitan dengan pendidikan, Ia juga menyinggung keberhasilan program unggulannya Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. 

Menutup pidato, Prabowo mengajak komunitas internasional membangun masa depan yang damai dan inklusif. 

“Mari kita membangun dunia yang ingin kita tinggali bersama, hidup dalam damai, kebebasan, persahabatan, toleransi, dan kerja sama bagi semua ras, etnis, dan agama,” pungkasnya.

Di Davos, Prabowo juga memaparkan strategi ekonomi pemerintahannya “Prabowonomics”, kerangka untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan, memperkuat pemerataan, dan memastikan Indonesia tetap sejalan dengan dinamika global.

Sebagai bagian dari rangkaian agendanya di Davos, Prabowo juga turut menandatangani kesepakatan bergabung dalam Gaza “Board of Peace” yang diprakarsai Presiden AS Donald J. Trump, sebuah inisiatif yang diklaim bertujuan mendorong gencatan senjata, rekonstruksi, dan dialog politik berkelanjutan di Gaza, menegaskan posisi Indonesia sebagai pendukung aktif diplomasi damai dan solusi multilateral di tengah krisis global.

TerkaitTRT Indonesia - Prabowo usung 'Prabowonomics' dalam pidatonya di WEF Davos 2026
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi