Jumlah korban tewas akibat kebakaran besar di sebuah pusat perbelanjaan di Karachi, ibu kota komersial Pakistan, telah meningkat menjadi 14 orang setelah lebih banyak jenazah ditemukan dari reruntuhan. Media lokal melaporkan hal ini pada Senin, mengutip keterangan dari sejumlah pejabat terkait.
Wakil Inspektur Jenderal Polisi Wilayah Selatan, Asad Raza, mengatakan kepada stasiun televisi Geo News bahwa operasi pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung di lokasi kejadian.
Gubernur Provinsi Sindh, Kamran Tessori, yang turun langsung ke lokasi sebelumnya menyampaikan kepada wartawan bahwa puluhan orang masih dinyatakan hilang pasca-insiden tersebut.
"Ada sekitar 1.200 orang yang menjalankan bisnis di gedung ini, dan sekitar 70 hingga 80 orang masih belum ditemukan," ungkapnya.
Menurut pejabat dari Karachi Metropolitan Corporation (KMC), operasi pemadaman api telah selesai dilakukan. Saat ini, petugas sedang melakukan proses pendinginan bersamaan dengan upaya pembersihan puing-puing bangunan.
Meski demikian, pihak berwenang memperingatkan bahwa kondisi bangunan yang sudah tua dan tidak stabil secara struktural memaksa tim penyelamat untuk bertindak dengan sangat hati-hati.
Kebakaran tersebut mulai berkobar pada Sabtu malam di pusat perbelanjaan Gul Plaza yang terletak di Jalan MA Jinnah. Gedung tersebut menampung sekitar 1.200 toko, termasuk gerai yang menjual pakaian, peralatan listrik, kosmetik, hingga pecah belah—faktor-faktor yang memicu api merambat dengan sangat cepat.














