DUNIA
1 menit membaca
Mantan Presiden Korea Selatan hadapi hukuman penjara 10 tahun atas upaya darurat militer
Jaksa menuntut hukuman penjara 10 tahun selama persidangan akhir pengadilan Yoon Suk-yeol di Pengadilan Distrik Pusat Seoul.
Mantan Presiden Korea Selatan hadapi hukuman penjara 10 tahun atas upaya darurat militer
Yoon juga menghadapi tiga persidangan lain yang terkait dengan upayanya yang gagal untuk memberlakukan hukum darurat militer. / AP
26 Desember 2025

Jaksa Korea Selatan telah menuntut hukuman 10 tahun penjara terhadap mantan Presiden Yoon Suk-yeol atas dugaan penghalangan keadilan dan dakwaan lain terkait upayanya pada 2024 untuk memberlakukan darurat militer, demikian diberitakan media lokal.

Tim jaksa penuntut khusus yang dipimpin Cho Eun-suk meminta hukuman itu saat sidang penutupan persidangan Yoon pada hari Jumat di Pengadilan Distrik Pusat Seoul, menurut Yonhap News.

Persidangan berfokus pada tuduhan bahwa mantan presiden tersebut menghalangi proses hukum dengan mencegah penyidik menahannya pada Januari, melanggar hak sembilan anggota Kabinet yang dikecualikan dari pertemuan tentang rencananya menerapkan darurat militer, serta menyusun dan menghancurkan sebuah proklamasi revisi setelah dekrit itu dicabut.

Yoon juga menghadapi tiga persidangan lain yang terkait dengan upaya gagal memberlakukan darurat militer tersebut, termasuk dakwaan memimpin pemberontakan.

Kasus penghalangan keadilan diperkirakan akan selesai lebih dahulu, dengan kemungkinan putusan pada 16 Januari, sementara persidangan pemberontakan bisa berlanjut hingga Februari.

Yoon ditangkap dan didakwa atas tuduhan memimpin pemberontakan pada Januari, menjadi presiden yang sedang menjabat pertama di Korea Selatan yang ditahan. Setelah dibebaskan pada Maret, Yoon ditangkap lagi pada Juli dan tetap ditahan.

Mantan presiden itu secara resmi diberhentikan dari jabatannya oleh Mahkamah Konstitusi pada April.

SUMBER:AA
Jelajahi
Indonesia dan Denmark perkuat sistem keamanan pakan nasional
Bill Gates batal hadiri konferensi AI di India di tengah polemik Epstein
Kemenkes dan WHO perkuat kolaborasi hibah kesehatan hingga 2027
Lebih dari 20 negara akan ikut pertemuan awal Dewan Perdamaian AS
Tarawih perdana digelar di seluruh Indonesia sambut Ramadan 1447 H
Iran dorong penguatan kerja sama ekonomi D-8 jelang KTT di Jakarta
Senator Australia dikecam karena promosikan retorika anti-Muslim
Penundaan penutupan PLTU batu bara Indonesia picu keraguan transisi energi
Puluhan tentara dan militan tewas dalam serangan dan operasi balasan di Pakistan
Muslim di Türkiye, Oman, Singapura, Australia akan memulai puasa Ramadan pada hari Kamis
Dari pelaku kejahatan seksual hingga finansier kontroversial: Apakah Epstein agen rahasia Mossad?
Vatikan tak akan bergabung dalam “Board of Peace” Trump: Diplomat Senior
Prabowo tiba di Washington, siap bahas perdagangan dan hadiri KTT BoP Gaza
Durasi waktu puasa yang dijalani umat Muslim selama bulan Ramadan
Bagaimana senjata Israel 'menghancurkan' Palestina dan mengapa itu merupakan kejahatan perang
Konsorsium Irak-UEA berencana membangun jaringan kabel data cepat senilai $700 juta
Konsesi lahan menjadi fokus dalam pembicaraan perdamaian Rusia-Ukraina di Jenewa
Serangan teroris pada pos polisi Pakistan menewaskan dua orang, termasuk seorang anak
Australia menolak pulangkan warga negaranya dari Suriah terkait dugaan hubungan dengan Daesh
Iran menyerukan agar AS bernegosiasi secara independen dari pengaruh Israel