DUNIA
2 menit membaca
JDF Asia Pasifik serukan aksi internasional terkait pembatasan di Al-Aqsa
JDF Asia Pasifik juga mengajak negara-negara mayoritas Muslim, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), serta Liga Arab untuk mengambil langkah diplomatik yang lebih tegas.
JDF Asia Pasifik serukan aksi internasional terkait pembatasan di Al-Aqsa
Sebuah foto dari udara memperlihatkan kompleks Al-Aqsa, jemaah Muslim dilarang menghadiri salat di tengah konflik AS-Israel dengan Iran. / Reuters
12 jam yang lalu

Forum Keadilan dan Demokrasi (JDF) Asia Pasifik menyerukan tekanan global terhadap Israel agar kembali membuka akses penuh ke Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, Palestina, setelah larangan salat Idul Fitri di lokasi tersebut.

Seruan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan regional yang dipicu konflik yang melibatkan Iran. Dalam pernyataan resmi yang diterima di Jakarta, Presiden JDF Asia Pasifik, Jazuli Juwaini, menilai pembatasan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan kebebasan beragama.

“Masjid Al-Aqsa bukan sekadar tempat ibadah biasa, tetapi memiliki nilai sejarah dan spiritual yang sangat besar bagi umat Islam di seluruh dunia sebagai kiblat pertama,” ujar Jazuli, dikutip dari laporan Antara.

Ia menegaskan, kebijakan pelarangan tersebut mencerminkan pengabaian terhadap norma hukum internasional serta berpotensi memperburuk situasi kemanusiaan. Menurutnya, langkah tersebut juga dapat memicu ketegangan yang lebih luas di dunia Muslim.

Presiden JDF menilai pembatasan akses bagi warga Palestina untuk beribadah di situs suci itu berisiko memperdalam konflik dan mengganggu stabilitas global. Forum tersebut mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa serta komunitas internasional untuk memastikan status quo di kawasan tersebut tetap dihormati.

JDF Asia Pasifik juga mengajak negara-negara mayoritas Muslim, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), serta Liga Arab untuk mengambil langkah diplomatik yang lebih tegas, tidak hanya sebatas pernyataan politik.

Forum tersebut menegaskan bahwa perlindungan tempat suci dan jaminan kebebasan beribadah merupakan tanggung jawab bersama masyarakat internasional, yang memerlukan respons cepat dan kolektif di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia dan negara-negara Muslim lainnya mengecam pembatasan Israel selama Ramadan di Al-Aqsa

SUMBER:TRT Indonesia & Agensi