PERANG GAZA
3 menit membaca
Menteri ekstremis Israel desak pemindahan paksa warga Palestina dari Tepi Barat dan Gaza
Bezalel Smotrich menyerukan untuk mendorong 'emigrasi' Palestina dan menghapus Perjanjian Oslo, sementara langkah-langkah pemukiman baru memicu kecaman global.
Menteri ekstremis Israel desak pemindahan paksa warga Palestina dari Tepi Barat dan Gaza
Warga Palestina menunggu, sementara tentara Israel berjaga-jaga selama tur mingguan para pemukim di Tepi Barat yang diduduki, 31 Januari 2026 (ARSIP). / Reuters

Menteri Keuangan sayap kanan Israel, Bezalel Smotrich, mengatakan dia akan menjalankan kebijakan 'mendorong migrasi' warga Palestina dari Tepi Barat dan Gaza yang diduduki, lapor media Israel pada Rabu (18/2).

"Kami akan menghapus gagasan tentang negara teror Arab," kata Smotrich, berbicara pada sebuah acara yang diselenggarakan oleh Partai Zionisme Religiusnya pada Selasa malam.

"Akhirnya, secara formal, dan dalam praktik kami akan membatalkan Perjanjian Oslo yang terkutuk dan memulai jalan menuju kedaulatan, sambil mendorong emigrasi dari Gaza dan Yudea serta Samaria," katanya, menggunakan istilah Ibrani untuk Tepi Barat yang diduduki.

"Tidak ada solusi jangka panjang lain," tambah Smotrich, yang tinggal di sebuah pemukiman di Tepi Barat yang diduduki.

TerkaitTRT Indonesia - Pertama sejak 1967: Pemerintah Israel setujui pendaftaran lahan Tepi Barat sebagai 'properti negara'

Sejak minggu lalu, Israel telah menyetujui sebuah rencana yang didukung oleh menteri-menteri sayap kanan untuk mengencangkan kendali atas Tepi Barat dan menjadikan pendudukan di wilayah itu permanen, termasuk di area yang dikelola oleh Otoritas Palestina berdasarkan Perjanjian Oslo yang berlaku sejak 1990-an.

Langkah-langkah tersebut mencakup proses untuk mendaftarkan tanah di Tepi Barat yang diduduki sebagai "milik negara" dan mempermudah pembelian langsung tanah oleh warga Yahudi Israel.

Langkah-langkah itu memicu kemarahan internasional yang luas.

Pada Selasa (17/2), misi PBB dari 85 negara mengecam langkah-langkah tersebut, yang menurut para pengkritik sama dengan aneksasi de facto terhadap wilayah Palestina.

"Kami sangat mengecam keputusan dan tindakan sepihak Israel yang bertujuan memperluas keberadaan Israel yang melanggar hukum di Tepi Barat," kata mereka dalam sebuah pernyataan.

"Keputusan semacam itu bertentangan dengan kewajiban Israel di bawah hukum internasional dan harus segera dibatalkan.

"Dalam hal ini kami menegaskan penolakan kuat terhadap segala bentuk aneksasi."

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia dan 7 negara lainnya mengutuk deklarasi Israel atas tanah di Tepi Barat

Sekjen PBB Antonio Guterres pada Senin meminta Israel untuk membatalkan kebijakan pendaftaran tanahnya, menyebutnya "mengganggu stabilitas" dan "melanggar hukum".

Tepi Barat yang diduduki akan menjadi bagian terbesar dari negara Palestina di masa depan. Banyak pihak sayap kanan di Israel memandang wilayah itu sebagai tanah Israel.

LSM Israel juga telah memperingatkan tentang rencana pemukiman yang ditandatangani pemerintah, yang menurut mereka akan menjadi perluasan pertama batas Yerusalem ke wilayah Tepi Barat yang diduduki sejak 1967.

Pembangunan yang direncanakan, diumumkan oleh Kementerian Konstruksi dan Perumahan Israel, secara formal merupakan perluasan ke barat dari pemukiman ilegal Geva Binyamin, atau Adam, yang terletak di timur laut Yerusalem di Tepi Barat.

Pemerintah Israel saat ini telah mempercepat perluasan pemukiman, menyetujui rekor 52 pemukiman pada 2025.

Tidak termasuk Yerusalem timur yang diduduki Israel, lebih dari 500.000 warga Israel tinggal di pemukiman dan pos terpencil di Tepi Barat yang diduduki, yang ilegal menurut hukum internasional.

Sekitar tiga juta warga Palestina tinggal di wilayah tersebut, yang telah diduduki Israel sejak 1967.

TerkaitTRT Indonesia - Israel berencana batasi akses ke Masjid Al-Aqsa selama Ramadan
SUMBER:AFP
Jelajahi
1948 hingga 2026: Nakba tidak pernah berakhir, Israel hanya menormalisasi kematian dan kehancuran
Puluhan penghuni ilegal Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa di bawah perlindungan polisi
Menteri Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa jelang peringatan hari pendudukan Yerusalem Timur
BAZNAS terima infak Rp600 juta untuk Palestina, total donasi LAZ SIP capai Rp1,2 miliar
Netanyahu ingin hentikan bantuan militer AS ke Israel, strategi baru atau sekadar ganti istilah?
Armada Global Sumud tiba di Marmaris Türkiye setelah dihadang oleh Israel
Pemukim ilegal Israel serbu kompleks Al-Aqsa saat upacara militer digelar
Israel menggunakan bukti rahasia dan tuduhan terorisme untuk memenjarakan aktivis flotilla
Armada Global Sumud terus jalankan misi ke Gaza melalui perairan Yunani, lebih banyak kapal akan bergabung
PBB mendesak Israel untuk 'segera' membebaskan dua aktivis armada Gaza Global Sumud
Aktivis Palestine Action divonis bersalah usai menghancurkan peralatan pabrik pertahanan Israel
Indonesia kecam intersepsi Israel terhadap armada bantuan Global Sumud ke Gaza
Israel akan akuisisi jet tempur F-35 dan F-15IA di tengah rencana untuk melanjutkan genosida Gaza
Israel lakukan “penyiksaan sistematis” terhadap aktivis yang ditahan: Global Sumud Flotilla
Sniper Israel tembak calon pengantin Palestina di Gaza, 10 hari jelang pernikahan
Badan PBB sebut UU hukuman mati Israel medorong diskriminasi rasial untuk warga Palestina
Setelah dibajak Israel, aktivis Global Sumud Gaza yang diculik akan dibawa ke Yunani
Aktivis dari konvoi bantuan Gaza turun di Kreta setelah diculik oleh Israel
20 WN Türkiye diantara 170+ aktivis armada Gaza Global Sumud yang ditahan Israel
Apakah Israel telah memenangkan peperangan apa pun sejak Oktober 2023?