BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Harga minyak stabil saat pasar mencermati pembicaraan krusial AS–Iran
Pasar minyak mentah bertahan di dekat level tertinggi terbaru seiring pelaku pasar menimbang ketegangan Timur Tengah dan pembicaraan nuklir AS–Iran, sementara OPEC+ memberi sinyal kemungkinan kenaikan produksi menjelang permintaan musim panas.
Harga minyak stabil saat pasar mencermati pembicaraan krusial AS–Iran
Pemandangan umum kilang minyak Abadan di barat daya Iran, difoto dari sisi Irak di Shatt al-Arab di Al-Faw, selatan Basra. / Reuters
14 jam yang lalu

Harga minyak stabil pada Selasa ketika investor menilai risiko gangguan pasokan setelah Iran menggelar latihan angkatan laut di dekat Selat Hormuz menjelang perundingan nuklir dengan Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung hari itu.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Senin bahwa ia akan terlibat “secara tidak langsung” dalam pembicaraan di Jenewa, serta meyakini Teheran ingin mencapai kesepakatan. Pada akhir pekan, Trump juga menyebut perubahan rezim di Iran “akan menjadi hal terbaik yang bisa terjadi”.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 0,2 persen menjadi 68,59 dolar AS per barel pada pukul 01.06 GMT, setelah mencatat kenaikan 1,3 persen pada Senin.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berada di level 63,73 dolar AS per barel, naik 84 sen atau 1,34 persen. Kenaikan ini turut mencerminkan pergerakan harga pada Senin karena kontrak tidak memiliki penyelesaian pada hari tersebut akibat libur Presidents Day di AS.

Banyak pasar tutup pada Selasa karena libur Tahun Baru Imlek, termasuk di daratan China, Hong Kong, Taiwan, Korea Selatan, dan Singapura.

“Pasar masih diliputi ketidakpastian di tengah berlanjutnya risiko geopolitik,” kata Daniel Hynes, analis di ANZ, dalam laporan riset.

“Jika ketegangan di Timur Tengah mereda atau terjadi kemajuan signifikan dalam situasi Ukraina, premi risiko yang saat ini menopang harga minyak dapat dengan cepat menghilang. Namun, hasil negatif atau eskalasi lebih lanjut justru bisa mendorong harga minyak naik,” tambahnya.

Iran memulai latihan militer pada Senin di Selat Hormuz, jalur pelayaran internasional vital dan rute ekspor minyak utama dari negara-negara Arab Teluk, yang selama ini menyerukan solusi diplomatik untuk mengakhiri sengketa.

Iran, bersama sesama anggota OPEC seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak, mengekspor sebagian besar minyak mentahnya melalui selat tersebut, terutama ke Asia.

Sementara itu, lembaga keuangan Citi menyatakan jika gangguan pasokan dari Rusia membuat Brent bertahan di kisaran 65–70 dolar AS per barel dalam beberapa bulan mendatang, maka OPEC+ kemungkinan akan merespons dengan meningkatkan produksi dari kapasitas cadangan.

Tiga sumber OPEC+ menyebut kelompok tersebut cenderung melanjutkan peningkatan produksi minyak mulai April, seiring persiapan menghadapi puncak permintaan musim panas dan penguatan harga yang didorong ketegangan hubungan AS–Iran.

“Dalam skenario dasar kami, kesepakatan terkait Iran maupun Rusia–Ukraina terjadi sebelum atau selama musim panas tahun ini, yang akan berkontribusi pada penurunan harga Brent ke kisaran 60–62 dolar AS per barel,” kata Citi.

SUMBER:Reuters
Jelajahi