Menteri Luar Negeri China Wang Yi memulai tur tiga negara di Asia Tengah untuk menggelar dialog strategis, demikian pernyataan resmi pada hari Senin.
Wang akan mengunjungi Kyrgyzstan, Uzbekistan, dan Tajikistan pada 19–22 November, kata Kementerian Luar Negeri China.
Ia akan bertemu dengan rekan-rekannya Kulubaev Zheenbek Moldokanovic, Saidov Bakhtiyor Odilovich, dan Sirojiddin Muhriddin, masing-masing di Bishkek, Tashkent, dan Dushanbe, tambah pernyataan itu.

'Persahabatan Abadi'
Kunjungan itu menyusul KTT bergengsi di Kazakhstan pada bulan Juni, di mana Presiden China Xi Jinping dan para pemimpin Kazakhstan, Kyrgyzstan, Uzbekistan, Tajikistan, dan Turkmenistan menandatangani 'Perjanjian tentang Tetangga Baik, Persahabatan dan Kerja Sama Abadi', yang secara resmi menyatakan 'persahabatan abadi' antarnegara.
Dalam pertemuan itu, Xi menekankan pentingnya hubungan yang lebih erat dengan kawasan yang kaya sumber daya, menyerukan penguatan kerja sama dalam infrastruktur, energi bersih, mineral hijau, dan kecerdasan buatan.
Asia Tengah secara historis berada di bawah pengaruh Rusia, tetapi Beijing semakin menegaskan dirinya sebagai mitra dagang utama kawasan, melampaui Rusia dan Uni Eropa.
Melalui inisiatif seperti Belt and Road, China berinvestasi pada proyek infrastruktur besar, termasuk jalur kereta Uzbekistan-Kyrgyzstan-China dan jalan raya China-Tajikistan, serta mengembangkan pos lintas batas baru dan pusat logistik seperti Khorgos di Kazakhstan.














