BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
PLTS terapung Cirata tandai transformasi energi bersih Indonesia
Pembangkit Listrik Tenaga Sury Cirata merupak hasil kolaborasi lintas negara antara PT PLN Nusantara Power melalui unit usahanya, Pembangkitan Jawa Bali Masdar Solar Energi (PMSE), dengan perusahaan energi terbarukan Masdar dari Uni Emirat Arab.
PLTS terapung Cirata tandai transformasi energi bersih Indonesia
PLTS Terapung Cirata berkapasitas 192 MWp menjadi salah satu ikon transisi energi nasional. / Foto: PLN Nusantara Renewables

Indonesia mencatat langkah baru dalam transisi energi terbarukan dengan beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata di Waduk Cirata, Jawa Barat. Proyek berkapasitas 145 MW AC atau sekitar 192 MWp ini dinobatkan sebagai yang terbesar di Asia Tenggara, sekaligus menjadi komitmen pemerintah mendorong bauran energi baru terbarukan.

PLTS Cirata merupakan hasil kolaborasi lintas negara antara PT PLN Nusantara Power melalui unit usahanya, Pembangkitan Jawa Bali Masdar Solar Energi (PMSE), dengan perusahaan energi terbarukan Masdar dari Uni Emirat Arab. 

Kolaborasi ini memadukan keahlian lokal dan global untuk mempercepat pemanfaatan energi hijau di Tanah Air. “Kami memadukan sumber daya terbaik untuk mempercepat transisi energi terbarukan di Indonesia,” ujar Presiden Direktur PMSE, Dimas Kaharudin, kepada kantor berita nasional Indonesia.

Pemilihan Waduk Cirata sebagai lokasi proyek dinilai strategis karena dekat dengan PLTA Cirata berkapasitas 1.008 MW, sehingga mampu menopang stabilitas jaringan listrik Jawa–Madura–Bali. Proyek ini hanya memanfaatkan sekitar empat persen dari total luas waduk, namun sesuai regulasi, kapasitasnya dapat diperluas hingga 20 persen jika dinilai aman bagi infrastruktur bendungan. 

Transisi energi bersih

PLTS ini mengadopsi panel surya berlapis kaca ganda berkapasitas hingga 560 Watt Peak, tahan terhadap korosi dan guncangan, serta ditopang floater berbahan plastik daur ulang yang ditambatkan dengan jangkar beton 12 ton. 

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat PLTS Terapung Cirata mampu menghasilkan energi sekitar 245 GWh per tahun dan berkontribusi pada pengurangan emisi karbon sebesar 210 ribu ton CO₂ per tahun. 

Keberhasilan Cirata juga mendorong optimisme investor untuk memperluas portofolio energi surya di Indonesia. PLN Nusantara Power telah menyiapkan PT Nusantara Renewables guna mengembangkan proyek serupa di Jawa Timur, Sumatra, dan Kalimantan. 

Pemerintah mencatat potensi energi surya terapung di Indonesia mencapai lebih dari 89 GW di 293 lokasi, termasuk di 257 bendungan Kementerian PUPR dan 36 danau besar. Sejumlah proyek baru, seperti PLTS Terapung Saguling, Singkarak, dan Karangkates dengan total kapasitas 210 MW, saat ini memasuki tahap pra-konstruksi.

Dengan harga listrik kompetitif sekitar Rp900 per kWh, PLTS Cirata menunjukkan bahwa energi terbarukan bisa diakses dengan biaya ekonomis sekaligus berkontribusi pada target bauran EBT 23 persen pada 2025. Lebih dari sekadar pembangkit listrik, proyek ini menjadi simbol inovasi dan bukti bahwa Indonesia mampu menjadi pelopor energi bersih di kawasan Asia Tenggara.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia tetapkan target listrik sepenuhnya dari energi terbarukan pada 2040

Jelajahi
Danantara bersiap uji coba sistem ekspor batu bara dan sawit mulai September
Indonesia bidik $1 miliar dari penerbitan Panda Bond perdana di China minggu ini
Indonesia batasi produksi nikel untuk jaga stabilitas harga global
Indonesia dan Cili tingkatkan kemitraan ekonomi, fokus optimalisasi IC-CEPA
Indonesia tawarkan proyek PLTS 100 GW kepada investor China
RUU hak cipta baru Indonesia ancam cabut izin Google dan platform AI
Bank Indonesia pastikan likuiditas perbankan tetap aman, tekanan pasar uang mereda
Indonesia resmi mulai pembangunan proyek LNG Abadi Masela senilai $21 miliar
Presiden Prabowo dijadwalkan resmikan groundbreaking Blok Masela hari ini
Prabowo tetapkan harga solar nelayan Rp15.000 per liter
Menko Airlangga: Pemerintah perkuat upaya stabilkan inflasi dari pangan dan biaya produksi
Redam dampak konflik global, Presiden Prabowo tetapkan harga khusus BBM bagi nelayan
Menkeu Purbaya pastikan tidak ada kenaikan tarif pajak dalam jangka menengah
S&P pertahankan rating utang RI di tengah bayang-bayang pelemahan rupiah
Kemenperin amankan 13 MoU strategis di INNOPROM 2026
Alamtri Indonesia mulai ekspor aluminium ke AS dan Korsel, targetkan penjualan 350.000 ton
WTO tolak sebagian besar gugatan Indonesia atas bea masuk Uni Eropa untuk asam lemak
Indonesia bidik investasi hingga Rp500 triliun lewat pusat keuangan internasional
Indonesia perkuat sinergi ekonomi dengan Selangor Malaysia, bidik sektor bernilai tinggi
Pertamina dan Boeing jajaki pengembangan bahan bakar pesawat berkelanjutan di Indonesia