BISNIS DAN TEKNOLOGI
3 menit membaca
The Fed AS lakukan pemangkasan suku bunga pertama 2025 di tengah tekanan Trump
Bank Sentral AS memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,0–4,25 persen, sambil memproyeksikan dua kali pemangkasan lagi tahun ini.
The Fed AS lakukan pemangkasan suku bunga pertama 2025 di tengah tekanan Trump
The Fed isyaratkan dua kali pemangkasan bunga tahun ini, hanya sekali pada 2026, berisiko kecewakan Wall Street / Reuters
18 September 2025

Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, memangkas suku bunga untuk pertama kalinya tahun ini, dengan alasan perlambatan pertumbuhan lapangan kerja dan meningkatnya risiko terhadap ketenagakerjaan, di tengah tekanan politik yang kian kuat dari Presiden Donald Trump.

Pada Rabu, The Fed menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 4,0 hingga 4,25 persen, sekaligus mengisyaratkan akan ada dua kali pemangkasan lagi sepanjang 2025.

Hanya Gubernur baru The Fed, Stephen Miran — yang sebelumnya menjadi penasihat ekonomi Trump — yang menolak keputusan tersebut. Ia lebih memilih pemangkasan lebih besar, yakni 50 basis poin.

Sebanyak 11 anggota Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) lainnya mendukung pemangkasan seperempat poin tersebut.

Ini adalah rapat suku bunga pertama bagi Miran, yang sebelumnya menjabat Ketua Dewan Penasihat Ekonomi Gedung Putih.

Miran resmi dilantik sesaat sebelum rapat dua hari dimulai pada Selasa, setelah mendapat konfirmasi cepat dari Senat pada Senin malam.

Bank sentral kini menghadapi dilema dalam mengatur kebijakan, di satu sisi tarif impor besar-besaran Trump berpotensi mendorong inflasi, sementara di sisi lain pasar tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda pelemahan.

Biasanya, The Fed menahan suku bunga di level tinggi untuk menurunkan inflasi ke target 2 persen. Namun, pemangkasan bisa dilakukan demi menjaga pasar tenaga kerja.

Pada Rabu, The Fed menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2025 menjadi 1,6 persen dari prediksi sebelumnya 1,4 persen pada Juni.

Namun, perkiraan untuk tingkat pengangguran dan inflasi tidak berubah.

Tekanan Trump terhadap The Fed

Trump semakin gencar menekan The Fed tahun ini, berulang kali menyerukan pemangkasan suku bunga besar-besaran dan mengkritik Ketua The Fed Jerome Powell.

Selain menunjuk Miran untuk menggantikan pejabat yang pensiun lebih awal, Trump pada Agustus juga memecat Gubernur The Fed Lisa Cook. Keputusan itu memicu sengketa hukum yang sempat mengancam kehadirannya dalam rapat kali ini.

Sejumlah ekonom sebelumnya memperkirakan akan ada perbedaan sikap yang lebih tajam di internal FOMC, mengingat para pembuat kebijakan harus menyeimbangkan risiko inflasi dengan pasar kerja.

Namun kali ini, kekhawatiran soal ketenagakerjaan lebih dominan, meski inflasi masih berada di atas 2 persen.

Dalam pernyataan resminya, The Fed menyebut “risiko penurunan terhadap lapangan kerja meningkat,” meski inflasi “bergerak naik dan masih cukup tinggi.”

The Fed menekankan bahwa pertumbuhan lapangan kerja melambat dan tingkat pengangguran sedikit naik — meski “masih rendah.”

Kini perhatian tertuju pada konferensi pers Powell yang digelar tak lama setelah keputusan diumumkan.

Ekspektasi dua kali pemangkasan tambahan tahun ini sedikit lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.

Pemangkasan terakhir dilakukan Desember lalu. Sejak awal tahun, The Fed menahan suku bunga sambil memantau dampak tarif impor Trump terhadap inflasi.

Dampaknya sejauh ini masih terbatas, namun para ekonom memperingatkan efek penuh kebijakan tarif tersebut kemungkinan baru akan terasa dalam beberapa waktu ke depan.

SUMBER:TRT World & Agencies