IKLIM
2 menit membaca
Kebakaran lahan gambut meluas di Aceh Barat, BPBD kerahkan tim gabungan
Dampak asap mulai dirasakan di sejumlah wilayah. Meski kualitas udara belum berada pada level berbahaya bagi kesehatan, jarak pandang pengguna jalan dilaporkan menurun, terutama pada pagi hari di ruas Meulaboh–Banda Aceh.
Kebakaran lahan gambut meluas di Aceh Barat, BPBD kerahkan tim gabungan
Asap membubung saat pembukaan lahan baru untuk perkebunan kelapa sawit di Lamno, Provinsi Aceh, Indonesia, pada 18 Januari 2026. / AFP
19 Januari 2026

Kebakaran hutan dan lahan gambut kembali meluas di Kabupaten Aceh Barat dalam tiga hari terakhir. Sejumlah titik api dilaporkan muncul di beberapa desa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengerahkan tim gabungan untuk mencegah meluasnya dampak ke permukiman warga.

Berdasarkan keterangan resmi BPBD Aceh Barat melalui Pusat Pengendalian dan Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB), kebakaran pertama kali terdeteksi di Gampong Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, pada Kamis (15/1), sekitar pukul 15.45 waktu setempat. Laporan awal berasal dari masyarakat yang melihat dua titik api di kawasan Jalan Ujong Beurasok.

Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD langsung mengirim tim ke lokasi untuk memastikan kondisi lapangan sekaligus menilai potensi ancaman terhadap aktivitas dan permukiman warga sekitar.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat, T. Ronal Nehdisnayah, menyatakan bahwa kebakaran lahan gambut saat ini ditangani di sejumlah wilayah, termasuk Desa Suak Raya, Leuhan, Seuneubok, dan Lapang. Di beberapa lokasi, api bahkan sempat mendekati kawasan permukiman.

“Karhutla ini tidak hanya terjadi pada siang hari, tetapi juga pada malam hari sehingga petugas terpaksa melakukan pemadaman secara manual,” ujar Ronal dalam keterangannya, dikutip kantor berita nasional RRI.

Polusi asap 

Ia menambahkan, upaya pemadaman terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan yang melibatkan BPBD, TNI, Polri, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), serta instansi terkait lainnya. Karakter lahan gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan menjadi tantangan utama di lapangan.

BPBD mencatat luas lahan yang terbakar bervariasi di tiap lokasi. Di Desa Suak Raya saja, area terdampak mencapai lebih dari tiga hektare, didominasi ilalang. Secara keseluruhan, total lahan gambut yang terbakar di Aceh Barat mencapai sekitar 5,5 hektare dan tersebar di beberapa titik, dengan kondisi akses jalan yang menyulitkan mobil pemadam kebakaran menjangkau lokasi.

Dampak asap mulai dirasakan di sejumlah wilayah. Meski kualitas udara belum berada pada level berbahaya bagi kesehatan, jarak pandang pengguna jalan dilaporkan menurun, terutama pada pagi hari di ruas Meulaboh–Banda Aceh.

BPBD Aceh Barat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif dalam upaya pencegahan, mengingat kondisi cuaca dan karakter lahan yang masih rawan terbakar.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia menghadapi peningkatan kebakaran hutan, pemerintah diharapkan siap siaga
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi